close

Polda Kalbar Sita Ribuan Kayu Olahan Ilegal

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyita sebanyak 1.700 batang berbagai jenis kayu olahan ilegal milik tersangka BJK di tiga TKP di Kabupaten Melawi.

“Sebanyak, 1.700 batang kayu olahan itu, yakni jenis meranti dan belian, yang dilakukan penyitaan di sawmil milik tersangka BJK, di Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Pinoh Kota, Kabupaten Melawi, Senin (26/2) sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo di Pontianak, Selasa (27/2).

Ia menyatakan, dalam pengungkapan aktivitas ilegal tersebut, ada tiga TKP, yakni TKP pertama di sebuah sawmil di Desa Semadin Lengkong, milik tersangka BJK, ditemukan sebanyak 500 batang kayu olahan jenis meranti dan belian.

Kemudian, hasil pengembangan lanjutan, maka ditemukan lagi 1.000 batang kayu olahan jenis meranti dan belian yang disimpan di sebuah gudang di Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh.


Selanjutnya, kata Nanang, tim Ditreskrimsus Polda Kalbar kembali menemukan sebanyak 200 batang kayu olahan jenis meranti di Desa Semadin atau tempat kejadian perkara yang ketiga.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, sebanyak 1.700 kayu olahan tersebut tidak dilengkapi SKSHHK (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu), atau ilegal,” ungkapnya.

Sementara sawmil miliki tersangka hanya dilengkapi dengan surat izin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), dan izin gangguan (HO), yang dikeluarkan olah bupati Melawi,” katanya.

Kabid Humas Polda Kalbar, menambahkan, hingga saat ini, barang bukti kayu tersebut masih di simpan atau dititipkan di tiga TKP tersebut, dan sudah dipasang garis polisi.

Tersangka BJK diancam pasal 83 ayat (1) huruf b, UU No. 18/2014 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, katanya. (Ant/SU03)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).