Polda Kalbar Bekuk 15 Tersangka Kasus Perdagangan Manusia

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Jajaran Polda Kalbar, dalam program 100 hari Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono, telah mengamankan sebanyak 15 orang tersangka dalam kasus TPPO dan TKI ilegal.

“Ada 13 laporan polisi dan diamankan 15 orang tersangka, dengan jumlah korbannya sebanyak 60 orang,” kata Didi Haryono di Pontianak, Kamis (22/3).

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang) tersebut, sejak 15 Desember 2017 hingga 15 Maret 2018, tercatat enam kasus diantaranya sudah dimajukan di meja hijau.

“Dari 13 kasus tersebut, delapan kasus TPPO dengan tujuh orang tersangka, dan lima kasus TKI ilegal dengan enam orang tersangka. Adapun sebanyak 60 korban, terdiri dari 33 orang laki-laki, dan 20 orang perempuan, dan tujuh diantaranya anak dan bayi,” ungkap Didi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar mengimbau, kepada masyarakat agar masyarakat memberikan perhatian terhadap lingkungannya, dan jika terdapat penampungan-penampungan orang dari luar daerah dengan keterangan tujuan dan pekerjaan yang tidak jelas, sebaiknya segera diinformasikan kepada pihak kepolisian.

Sementara, bagi masyarakat yang akan bekerja sebagai TKI, agar menjadi TKI yang legal, dan jangan mudah terperdaya dengan iming-iming gaji besar tetapi menjadi TKI ilegal.

Sementara itu, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Kalbar, menangkap pasangan suami istri berinisial AR (34) dan istrinya FS (25) yang menjual bayi ZN (empat bulan) karena utang dengan bandar judi, Jumat 16/3), saat bermain judi di kawasan Gang Harmonis Dalam, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur (kawasan Kampung Dalam Beting).

tersangka kasus TPPO tersebut, melanggar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pasal 2 ayat (1) UU No. 21/2017 atau pasal 88 UU No. 35/2014 tentang Perubahan atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman delapan hingga 15 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, FS ibu bayi mengatakan, terpaksa melakukan perbuatan tersebut karena kalah main judi dan terlilit utang.

“Ketika saya mau pulang, bandar judi itu tidak bolehkan dan menahan anak saya, tetapi saya juga bingung kalau pulang tidak bawa anak, pasti akan ditanya orang tua di rumah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, total utang mereka kepada bandar judi tersebut Rp1,7 juta, dan rencananya akan dibayar oleh suaminya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam