Polda Jatim Ungkap Peredaran Delapan Kilogram Sabu

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap peredaran delapan kilogram narkoba jenis sabu-sabu dari dua jaringan antarpulau, yakni Batam, Kepulauan Riau, dan Pontianak, Kalimantan Barat.

“Lima pengedar narkoba yang ditangkap jaringan di Batam dan Pontianak. Tiga pelaku merupakan pengedar dua kilogram narkoba dari Batam, sementara dua pengedar lainnya mengambil narkoba 6,256 kilogram dari Pontianak,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Mapolda Jatim di Surabaya, Senin (16/4).

Machfud mengatakan, dalam kasus pertama Polda Jatim menangkap tiga pelaku yang berinisial AH, HM dan RD dan mengaku mengambil barang dari Batam.

“Berangkat dari Surabaya ke Batam ngambil barang, kita melakukan penyidikan kita tangkap dapat dua kilogram,” ujar Machfud.

Dari pengungkapan di Batam, Polda Jatim menangkap dua orang pengedar jaringan Pontianak, Budi Hartono (40), warga Surabaya dan Muhammad Tesar atau MTP (27), warga Kedung Turi, Taman, Sidoarjo dengan total narkoba berjenis sabu-sabu ini ada 6,265 kilogram.

Machfud menceritakan, saat ditanya petugas Budi mengaku mendapat telepon dari Dul, seseorang di dalam lembaga pemasyarakat (lapas) untuk mengambil narkoba ke Pontianak dan diberi ongkos Rp3 juta.

Pelaku berangkat dari Surabaya ke Pontianak tanggal 6 April menggunakan pesawat Lion Air. Di sana, Budi bertemu dengan Mr X untuk mengambil narkoba sebanyak 6,256 kilogram. Namun, untuk kembali ke Surabaya, Budi tidak berani menggunakan pesawat lantaran pemeriksaan di bandara biasanya lebih ketat.

“Di Pontianak waktu sudah dapat barang, dia naik kapal laut, menghindari barang terdeteksi kan kalau di kapal bawa karung juga tidak apa,” ujar Machfud.

Kembali dari Pontianak, Budi mengaku tidak langsung menuju Surabaya. Dia memilih turun di pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Dari Semarang ini, Budi naik bus hingga ke Terminal Purabaya, Surabaya.

“Kita ikutin sampai ke Terminal Purabaya, Bungurasih, kita tangkap membawa 6,256 kg sabu-sabu,” tutur jenderal bintang dua ini.

Narkoba itu nanti rencananya akan dibagi menjadi dua. Satu bungkus dengan berat empat kilogram, bungkusan lain dengan berat 2,56 kilogram. Namun, untuk pengiriman sabu-sabu sebesar empat kilogram, ada sandi sendiri untuk pengirimannya agar aman.

“Sandinya dengan mengirim ekstasi sebanyak lima butir,” kata Machfud.

Dalam pengembangan kasus, lima butir ekstasi juga dikirim kepada tersangka bernama Muhammad Tesar. Tesar sendiri merupakan pegawai di Dinas PU Sidoarjo dan ditangkap di rumahnya di Jalan Cempo Timur no 8 Kedung Turi, Taman, Sidoarjo.

Untuk aksinya ini, Budi mengaku mendapatkan upah Rp25 juta untuk sekali jalan. Sedangkan Tesar mendapat Rp5juta.

Atas perbuatannya, tersangka telah melakukan tindak pidana pasal 112 (2) dan pasal 114 (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.