Polda Jatim Ringkus Dua Direktur Pengembang Sipoa


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memastikan telah melakukan penangkapan terhadap dua direktur pengembang Perumahan Sipoa Group, menindaklanjuti laporan dari ratusan konsumen yang merasa ditipu karena perumahan yang dijanjikan di wilayah Sidoarjo tak kunjung dipenuhi.

Dua direktur tersebut masing-masing berinisial KSC, yang menjabat sebagai Direktur Utama Sipoa Group, serta seorang lagi berinisial BS, yang menjabat direktur pemasaran.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya, Kamis (19/4), mengatakan, keduanya telah ditetapkan tersangka sejak sekitar dua pekan yang lalu, namun selalu mangkir dari panggilan penyidik polisi.

“Semalam kami terbitkan surat penahanan dan hari ini sudah kami tahan,” ujarnya.

Kasus ini dilaporkan oleh ratusan konsumen yang tergabung dalam Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa ke Polda Jatim pada 18 Desember lalu.

Ratusan konsumen ini telah membayar cicilan rumah seharga Rp185 juta, Rp190 juta sampai Rp210 juta di wilayah Tambak Oso, serta proyek perumahan Royal Mutiara Residence 3 dan Royal Afatar World di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Perumahan tersebut semestinya diserahterimakan pada 2016 lalu, namun hingga kini justru dilaporkan tidak pernah dibangun.

Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa saat melapor ke Polda Jatim pada 18 Desember lalu juga mengungkap keterlibatan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam proyek yang diduga fiktif ini.

Di antaranya Bupati Saiful Ilah disebut ikut muncul di media turut mengiklankan proyek perumahan ini sehingga ratusan orang tertarik berinvestasi.

Barung memastikan keterlibatan Bupati Saiful Ilah sebagaimana dituduhkan oleh para konsumen hingga kini masih sedang diselidiki. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close