Polda Jatim Berisyarat Oknum Dokter Terduga Pelecehan Seksual Jadi Tersangka

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, berisyarat oknum dokter, di Rumah Sakit National Hospital Surabaya, terduga pelaku pelecehan seksual terhadap calon perawat bakal menjadi tersangka. Sebab, tim penyidik telah mengantongi dua alat bukti kuat untuk menetapkan oknum dokter sebagai tersangka.

“Kita sudah mengantongi dua alat bukti, apakah nanti tersangka?. Tunggu saja selesai pemeriksaan yang saat ini berlangsung,” kata Barung, di Mapolda Jatim, Selasa (30/1).

Barung masih merahasiakan dua alat bukti yang dimaksud. Ia juga tak banyak komentar saat ditanya status kasus tersebut naik dari penyelidikan ke penyidikan.

“Nanti saja tunggu pemeriksaan selesai, biar nanti penyidik yang ngomong apakah dia (oknum dokter) berstatus tersangka atau tidak,” katanya.

Baca juga: Polda Jatim Naikkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dokter ke Penyidikan

Hingga saat ini, penyidik Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum dokter yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap calon perawat di National Hospital. Pelaku diperiksa mulai pukul 11.00-17.00 WIB, Selasa (30/1).

Sebelumnya, tim penyidik juga telah melakukan pemeriksaan calon perawat, korban pelecehan. Ia dimintai keterangan terkait dugaan pelecehan yang dialaminya. Hingga kini, kasus tersebut masih terus bergulir.

Selain kasus pelecehan seksual perawat terhadap pasien di National Hospital Surabaya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur juga menemukan kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter terhadap calon perawat di rumah sakit tersebut.

Menurut Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, kasus menimpa korban berinisial OPA, warga Karang Pilang yang merupakan seorang calon perawat di rumah sakit tersebut. (Amal/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi