Polda Jatim Amankan Tujuh Pengedar Sabu 6,5 Kilogram

SURABAYA, SERUJI.CO.ID Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Jawa Timur mengungkap peredaran sabu-sabu dengan berat 6,5 kilogram dan mengamankan tujuh orang tersangka.

Wadirreskoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendyawan di Surabaya, Jumat (6/4) mengatakan dari tujuh orang tersangka itu, satu di antaranya adalah warga negara asing (WNA) asal Vietnam.

Pengungkapan pertama, pihaknya bekerja sama dengan Bea Cukai Juanda Surabaya mengamankan pelaku pertama, berinisial RY yang berusaha menyelundupkan sabu-sabu seberat 2.950 gram atau kurang lebih 3 kilogram dari Malaysia melalui penerbangan Air Asia tujuan Surabaya.

“Modusnya dimasukkan ke dalam panci, tujuannya kan supaya mengelabuhi X-ray. Namun bisa terdeteksi,” katanya.

Kerja sama dengan Bea Cukai dilanjutkan dengan menangkap tersangka Nguyen, WNA asal Vietnam. Perempuan tersebut berusaha menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.175 gram atau 1 kilogram lebih dengan modus dimasukkan ke dalam koper, dikemas di sisi belakang.

“Semua juga melibatkan jaringan internasional. Dua tersangka tersebut mencoba mengirimkan narkotika melalui jalur udara,” ujarnya.

Sementara lima tersangka lainnya, mencoba menyelundupkan dari jalur laut dan darat.

Tersangka lainnya yang diamankan antara lain, inisial DH dengan barang bukti sabu-sabu 42,02 gram, I dengan barang bukti sabu-sabu seberat 204 gram. “Ini masuk dalam jaringan lokal, Pasuruan dan sekitarnya,” ujarnya.

Kemudian tiga tersangka yang merupakan satu jaringan Batam. Masing masing inisial H dengan sabu-sabu seberat 1.012,79 gram atau lebih dari 1 kilogram. Dari pengembangan, kemudian petugas mengamankan tersangka HM dan RD dengan barang bukti 914 gram sabu-sabu.

“Hasil pengembangan ini berkat kerja sama dengan Polda Kepuluan Riau,” tuturnya.

Atas perbuatannya, ketujuh tersangka melanggar Pasal 114 dan Pasal 112 Undang Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman human maksimal mati. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER