Polda Jabar Amankan Tiga Pengepul Bayi Lobster

CIREBON, SERUJI.CO.ID – Polda Jawa Barat, berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pengepul serta melakukan jual beli bayi lobster secara ilegal di Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, Jabar, dengan kerugian negara sekitar Rp3 miliar.

“Yang kita amankan ada tiga orang pengepul yaitu berinisial AW (38), AM (35) dan B (29) semua dari Kabupaten Sukabumi,” kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat gelar perkara di Makopolres Cirebon, Senin (7/5).

Agung mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan mendalam untuk kasus perdagangan bayi lobster ini. Dan akan mencari pelaku utama serta mengejar kemana mereka menjual bayi lobster tersebut.

“Kita akan lakukan pemeriksaan mendalam dan kita akan usut sampai kemana dijualnya,” tuturnya.

Pengungkapan kasus tersebut kata Agung, tidak lepas dari peran masyarakat sekitar yang memberikan informasi kepada Polisi adanya transaksi yang ilegal itu.

Sementara itu Dirpolair Polda Jabar, Kombes A. Widi Handoko mengatakan pengungkapan kasus ini setelah tim menyelidiki membuntuti dan mengintai pelaku hingga akhirnya ditangkap di rumah tempat penampungan dan pengemasan bayi lobster di Sukabumi.

“Di rumah itu tim melakukan penangkapan dan penggeledahan. Ditemukan box sterofoam berisi bayi lobster, satu baskom bayi lobster dan beberapa kemasan plastik berisi baby lobster siap kirim,” katanya.

Widi menjelaskan Box sterofoam berisi ribuan benur jenis Pasir (PS) dan Mutiara (MT) ini akan dijual ke pengepul domestik dan luar negeri.

Dari hasil itu ada 13.200 benur atau bayi lobster jenis Pasir dan 78 benur jenis mutiara yang rencananya dijual ke Singapura dan Vietnam.

“Di sana benur ini dibesarkan kembali lalu dijual ke Indonesia dengan harga yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dia menambahkan harga jual bayi lobster jenis Pasir Rp250 ribu per ekor sementara jenis Mutiara Rp300 ribu per ekor. Total nilai kerugian akibat penjualan ilegal ini mencapai Rp3 miliar lebih. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER