Polda Banten Berhasil Ungkap Tujuh Kasus Hoax di Medsos

SERANG, SERUJI.CO.ID – Tujuh kasus berita bohong atau hoax berhasil diungkap Polda Banten. Ketujuh berita bohong tesebut masing-masing diungkap oleh Dirkrimsus Polda Banten sebanyak dua perkara, Polres Cilegon dua perkara, Polres Serang Kabupaten sebanyak satu perkara, Polres Pandeglang dua perkara, dan Polres Lebak satu perkara.

Kasat Dirkrimsus Polda Banten Abdul Karim mengatakan, pada awal tahun 2018, kepolisian berhasil menangkap pelaku hoax berinisial YHA.

“Tersangka menyebarkan postingan di FB dengan caption 15 juta PKI dipersenjatai untuk membantai ulama, dengan menggunakan gambar kejadian di Filipina seolah-olah kejadian terjadi di Indonesia,” kata Abdul, saat ekspose penangkapan di Mako Polda Banten, Jum’at (2/3).

Postingan ini menjadi viral dan menimbulkan dampak keresahan di masyarakat. Pelaku sendiri, kata Abdul Karim, berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Rangkas.

“Pelaku ditangkap di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak. Dan saat ini masih dilakukan join investigasi oleh Ditpidsiber Crime Mabes Polri dan Polda Banten,” ujarnya.

Pasal yang dilanggar yakni, pasal 45 A ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang no 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Selain di Lebak, pada Ahad (18/2), Kepolisian juga berhasil menangkap satu orang yang menyebarkan hoax tentang kebangkitan PKI berinisial Z di Pandeglang.

“Penyebar hoax ini melanggar pasal 14 ayat 1 UU no 1 tahun 1946 (KUHP -red)tentang peraturan pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, di Serang Kepolisian berhasil menangkap satu orang pelaku pengancaman melalui pesan singkat SMS.

“Dalam pesan itu berisi, 20 menit lagi bom akan meledak di Mako Polsek Tanara, selamat menikmati bara api, pergilah ke Neraka,” ucapnya.

“Pasal yang dilanggar pasal 45 A ayat 4 junto pasal 27 ayat 4 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang no 11 tahun 2018 tentang ITE dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujarnya menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER