Polda Aceh Ringkus Penyebar Hoax

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Tim Polda Aceh bekerjasama dengan tim Mabes Polri menangkap tersangka penyebaran bohong atau “hoax” di media sosial Facebook.

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar di Banda Aceh, Selasa (24/4), mengatakan, tersangka penyebar berita yang ditangkap berinisial AR, 23 tahun, baru lulus perguruan tinggi.

“Tersangka ditangkap Tim Tindak 1 Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dan Tim Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Aceh pada Jumat (20/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Tersangka warga Gampong Luthu Dayah Krueng, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar,” kata dia.

Misbahul mengatakan, tersangka AR ditangkap atas dugaan menyebarkan berita bohong berisi PDIP mengusulkan kepada pemerintah untuk menutup seluruh pesantren di Indonesia.

Berita bohong tersebut disebar melalui media sosial Facebook dengan akun Reja Arsyabandi. Berita bohong tersebut didapat tersangka di Blog idsumatera-news.blogspot.co.id. Kemudian menyalinnya serta membagikan melalui media sosial tersangka.

“Hasil pemeriksaan sementara, motif tersangka menyebarkan berita bohong tersebut karena merasa sakit hati. Tersangka berasal dari lingkungan pesantren,” kata Misbahul.

Namun tersangka menyadari bahwa berita tersebut adalah berita bohong. Tersangka menghapus berita bohong di media sosial Facebook pada 2 Maret 2018.

“Tersangka sempat meminta maaf dan menghapus berita tersebut. Tersangka mengakui kesalahannya setelah tim kepolisian memperlihatkan berita bohong yang disebarnya melalui media sosial,” kata perwira menengah Polri tersebut.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon genggam, satu nomor kartu telepon seluler, satu komputer notebook dan satu Kartu Tanda Penduduk elektronik.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat melanggar Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang berbunyi barang siapa menyiarkan kabar tidak pasti atau kabar berkelebihan atau yang tidak lengkap.

“Perbuatan tersangka menyampaikan demikian dengan mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Tersangka terancam dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun penjara,” demikian Misbahul. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER