Penyidik Temukan Pelanggaran Penyelundup 5 Ribu Ton Beras

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Penyidik TNI Angkatan Laut menemukan sedikitnya tiga pelanggaran yang dilakukan penyeludup 5 ribu ton beras di perairan Kepulauan Riau baru-baru ini.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Jumat (18/5), mengatakan, MV Alkar Trust dan MV Kar Trust, kapal asing yang gagal membawa 5 ribu ton.

“Dua kapal kargo asing yang berhasil ditangkap Tim Western Fleet Quick Response Lantamal IV Tanjungpinang serta Lanal Batam berusaha menyelundupkan beras di Perairan Teluk Sebong Bintan beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Yudo mengatakan nahkoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan “port clearance”, dan juga selama pelayaran dari Madagascar, MV Alkar Trust mematikan AIS.

“Selain itu kedua kapal juga melakukan kegiatan Ship To Ship (STS) tanpa izin Syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran,” ujar Pangarmada I.

Ia menjelaskan kedua kapal masuk wilayah Indonesia tanpa adanya Penunjukan Keagenan Kapal Asing, serta melaksanakan lego jangkar di luar “lay out lego” jangkar yang ada yakni titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan.

Selain itu kapal sempat melaksanakan kegiatan fumigasi tanpa izin dari pihak Karantina, sehingga kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan “ship to ship”.

“Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian,” katanya.

Perkembangan dari hasil pemeriksaan bahwa dari hasil pengecekan urine para anak buah negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba. Sedangkan Hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya organisme pengganggu tumbuhan karantina sehingga aman dikonsumsi.

Saat ini kedua kapal lego jangkar diperairan Tanjung Sengkuang dibawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER