Penipuan Berkedok Sumbangan Resahkan Masyarakat Sampit

21
Ilustrasi penipuan
Ilustrasi

SAMPIT – Penipuan berkedok sumbangan yang mengatasnamakan Rukun Tetangga (RT) dan kelurahan, mulai meresahkan masyarakat di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Korbannya bukan cuma satu orang, tapi banyak yang juga tertipu. Kami menduga, penipuan ini juga terjadi di kelurahan lain,” tutur Lurah Mentawa Baru Hulu, Saeful Hadi di Sampit, Senin (17/7).

Menurut penuturan Saeful, pelaku mendatangi korban mengaku utusan dari ketua RT atau kelurahan. Pelaku membawa surat dengan format seolah-olah surat resmi yang dikeluarkan ketua RT atau Lurah, lengkap dengan kop surat dan stempel.

Pengumpulan sumbangan tersebut dengan dalih pembangunan pos kamling, pembelian terpal serta peralatan lain. Sasaran yang diincar pelaku umumnya tempat usaha seperti warung, toko, bengkel, salon kecantikan, dealer kendaraan dan lainnya.

Terungkapnya penipuan ini berawal dari kedatangan pengelola sebuah salon kecantikan ternama ke kantor Kelurahan Mentawa Baru Hulu pada 12 Juli lalu. Mereka bingung, permintaan sumbangan mengatasnamakan RT dan kelurahan, cukup sering, bahkan dalam sebulan terakhir mereka mengeluarkan uang Rp800 ribu.

Saeful mengaku sudah memeriksa dan memastikan tanda tangan dan stempel yang digunakan itu palsu. Untuk mencegah makin banyak yang menjadi korban, Saeful mengeluarkan surat edaran kepada seluruh ketua RT untuk mewaspasai penipuan tersebut.

“Ternyata banyak warga yang jadi korban, khususnya toko dan tempat usaha lainnya. Kami menyarankan ini dilaporkan ke polisi. Kalau permintaan dana oleh RT biasanya ada proposal panitia dan diketahui kelurahan,” ujarnya.

Modus baru penipuan ini mulai meresahkan, apalagi menjelang hari-hari besar sehingga rawan dimanfaatkan pelaku penipuan. Saeful menduga pelaku merupakan bagian dari sindikat karena cukup rapi, bahkan memahami konsep surat serta sengaja membuat stempel. (HA)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama