Penipuan Berkedok Investasi Emas, Puluhan Korban Rugi Miliaran Rupiah

SOLO – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Surakarta mengungkap kasus penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah dengan menangkap dua tersangka pasangan suami istri pemilik CV Kebun Emas Indonesia di Jalan Arifin No.5 RT.010/RW.003 Kepatihan Kulon, Jebres, Solo.

Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo, di Solo, Kamis (6/7), mengatakan, dua tersangka Pasutri tersebut yakni Dina Yuanita (37) selaku Direktur CV Kebun Emas Indonesia, sedangkan suaminya, Djody Wisnubroto (39) selaku Komesaris.

Kapolres mengatakan, pasutri tersebut melakukan penipuan dan penggelapan dengan cara pelaku mendirikan CV Kebun Emas Indonesia, kemudian melakukan presentasi kepada nasabah tentang investasi emas dari hotel ke hotel di wilayah Solo dan sekitarnya.

Kedua pelaku melakukan aksinya selama dua tahun terhitung mulai 2014 sampai 2015 dengan korban puluhan orang. Para nasabah menginvestasikan uangnya dengan pemberian keuntungan sekitar lima persen per bulan selama enam bulan, tetapi setelah batas waktu habis uang investasi tidak dikembalikan oleh pelaku.

“Uang nasabah diterima oleh pelaku tidak digunakan bisnis atau jual beli emas, tetapi digunakan untuk trading dan hasil trading yang kalah, sehingga uang nasabah habis,” kata Kapolres.

Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut setelah ada laporan korban para nabasah yang telah menyetorkan uangnya kepada pelaku, dan dijanjikan akan dikembalikan pada enam bulan ke depan. Namun, dalam batas waktu yang telah ditentukan uang milik korban tidak kunjung dikembalikan.

“Korban merasa tertipu kemudian melaporkannya kejadian ini. Polisi melakukan penyelidikan ke CV Kebun Emas Indonesia. Satu korban nasabah mengalami kerugian senilai Rp250 juta, dan kami sedang melakukan pengembangan,” katanya.

Padahal, kata Kapolres, sejumlah nasabah yang menyetorkan uangnya sebagai investasi sebanyak 61 orang. Kerugian dari puluhan korban dari hasil penyelidikan sekitar Rp2 miliar.

Kendati demikian, Kapolres mengimbau para korban yang merasa tertipu agar segera melaporkan ke Polresta Surakarta untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Kami juga berhasil mengungkap sejumlah barang bukti, antara lain empat lembar Letter Of Contract Profit Sharing Gold (LOC), dua lembar kuitansi bermaterai, satu lembar pendirian akta CV Kebun Emas Indonesia, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), daftar nasabah, satu keping DVD untuk presentasi, buku tabungan BCA, emas batangan 10 gram dan satu gram, dan laptop.

Atas perbuatan kedua pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 3 Undang Undang RI No. 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (IwanY)

Sumber:Antara

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Memaknai Indonesia

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.