Pengamat: Bandar Narkoba Lapas Langkat Harus Dipindahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat hukum pidana Asep Iwan Iriawan berpendapat terlalu banyak bandar narkoba yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Langkat, Sumatera Utara, sehingga harus segera dipindahkan.

“Kericuhan kemarin bukan persoalan ‘overload’, tapi terlalu banyak bandar narkoba yang ditahan di sana. Mereka itu harus segera dipindah,” ujar Asep, seperti yang dilansir dari Antara di Jakarta, Sabtu (18/5).

Menurut Asep, selama bandar-bandar narkoba tersebut berada di Lapas Langkat tanpa pengamanan maksimum, maka tidak menutup kemungkinan peredaran narkoba akan terus terjadi di dalam lapas, sehingga berpotensi memicu kericuhan.

“Harus dipindahkan ke lapas dengan level pengamanan maksimum seperti di Lapas Nusakambangan atau Lapas Gunung Sindur, supaya mereka takut dan jera,” ujar Asep.

Lebih lanjut Asep menilai hal ini menjadi tanggung jawab Menteri Hukum dan HAM, Yassona H. Laoly, untuk segera memindahkan pada tahanan yang merupakan bandar narkoba.

“Ini tanggung jawab Menteri Yassona, jadi jangan terus menerus mengatakan ‘overload’, tapi bandar-bandar (narkoba) itu harus dipindah ke lapas dengan fasilitas pengamanan maksimum,” ucap Asep, menegaskan.

Peristiwa kericuhan di Lapas Langkat dipicu oleh penemuan narkoba jenis sabu oleh petugas Lapas Langkat, yang kemudian berkoordinasi dengan Polres Langkat untuk menindaklanjuti dengan pemeriksaan.

Hal ini diduga memicu sejumlah narapidana melakukan perlawanan yang berujung pada pemberontakan hingga menjebol pintu Lapas Langkat.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mendalami apa yang menjadi pemicu insiden tersebut.

Saat kejadian jumlah penghuni Lapas Langkat berdasarkan SDP adalah 1.635 orang dari kapasitas seharusnya untuk 915 orang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER