Pengacara: Habib Bahar Main Hakim Sendiri Karena Laporannya Tidak Ditindaklanjuti Polisi

0
196
  • 7
    Shares
Pria berinisial ABJ saat terciduk setelah mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar bin Smith di media sosial. (foto:YouTube)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Sugito Atmo Prawiro, mengakui tindak penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar masuk dalam kategori main hakim sendiri dan tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan bernegara.

“Benar main hakim sendiri. Namun, semua ini tidak akan terjadi jika hukum berjalan dengan adil. Tidak mungkin ada akibat tanpa adanya sebab,” kata Sugito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (20/12).

Sugito menerangkan, penganiayaan itu bermula dari dugaan penipuan yang diduga dilakukan dua orang berinisial MHU (17) dan ABJ (18) yang mengaku-ngaku mengatasnamakan diri sebagai Habib Bahar.

Menurutnya, MHU dan ABJ mengunggah sejumlah video di media sosial, yang menampilkan perilaku yang tidak patut dilakukan seorang ulama seperti merokok, menyetir mobil dengan kaki, hingga meminta uang ke sejumlah orang.

Sayangnya, lanjut Sugito, tindakan yang menimbulkan citra buruk Habib Bahar itu tidak pernah ditindikanlanjuti oleh pihak kepolisian, padahal pihaknya telah melaporkan kejadian itu berulang kali.

“Ternyata dua penipu ini sudah berkali-kali dilaporkan oleh Habib Bahar, namun tidak juga ada tindakan dari aparat kepolisian, padahal perbuatan menipu dan mencemarkan nama baik sesorang itu merupakan tindak kejahatan,” ungkapnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Habib Bahar Aniaya Korban

Sugito mengatakan, sikap hukum yang tumpul inilah yang kemudian memicu Habib Bahar akhirnya main hakim sendiri. Ia pun mempertanyakan letak keadilan karena dua orang penipu yang memicu terjadinya tindak main hakim sendiri tidak diproses hukum hingga saat ini.

“Di mana letak keadilan ketika sang pemicu perbuatan main hakim sendiri ini bebas? Padahal mereka juga adalah para penjahat yang melakukan penipuan. Ibarat ada maling dipukuli warga, yang memukuli ditangkap sedangkan malingnya dibebaskan. Hukum mana yang membenarkan ini?” ujarnya.

Dari latar belakang itu semua, Sugito menduga bahwa kliennya memang merupakan sosok yang dibidik dalam jeratan kasus penganiayaan untuk menggoyahkan perjuangan umat.

“Analisa saya, Habib Bahar memang dibidik dengan bidikan yang tepat sasaran, ketika ada kesalahan maka di-blow up dengan begitu hebatnya untuk menggoyahkan perjuangan umat,” pungkasnya.

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Ditahan, Fadli Zon: Bukti Kriminalisasi Ulama

Kasus dugaan penganiayaan anak tersebut terjadi pada Sabtu (1/12). Peristiwa terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12) dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr.

Polisi menjerat Habib Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2) KUHP, Pasal 351 ayat (2) KUHP, Pasal 333 ayat (2) KUHP, dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU