Pengacara Buni Yani Sebut Dakwaan Jaksa Mengada-ngada

1
136
aldwin rahadian, buni yani
Pengacara Aldwin Rahadian (kiri) dan Buni Yani (kanan).

BANDUNG – Tim Kuasa Hukum Buni Yani menyebut dakwaan pasal 32 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) kepada kliennya tidak berdasar.

“Pernyatan Buni Yani itu fakta tidak pernah memotong video dan tuduhan pasal 32 mengada-ngada karena di BAP tidak ada pasal yang menyangkut pasal 32 itu,” ujar kuasa hukum Aldwin Rahadian usai persidangan pembacaan eksepsi di Gedung Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (20/6).

Menurutnya, saat dilakukan penyelidikan oleh polisi, kliennya hanya dikenakan satu pasal saja yakni Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 tahun 2008. Sementara Pasal 32 ayat 1 tiba-tiba muncul di berkas perkara JPU.

Bahkan, saat pelimpahan berkas perkara dari penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok hingga pelimpahan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, hanya pasal itulah yang disangkakan kepada Buni Yani.

“Pasal itu yang muncul tiba-tiba dari mulai proses penyelidikan, penyidikan Pak Buni di periksa di BAP, pemeriksaan ahli-ahli, pemeriksaan saksi-saksi, tidak ada menyangkut pasal ini. Tiba-tiba muncul di sampul berkas perkara,” kata Aldwin.

Dengan adanya dakwaan pasal 32 tersebut dan tidak sesuai dengan BAP penyidik, menurut Aldwin, telah melanggar dan bisa membatalkan proses persidangan yang menjerat kliennya.

“Bisa membatalkan proses persidangan ini, dengan nanti hakim mengabulkan bahwa ini dakwaan batal dengan demi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, terdakwa kasus dugaan pelanggaran ITE, Buni Yani, mengatakan pihaknya tidak pernah memotong video yang disangkakan JPU.

Diakui dia, ia hanya mendownload video berdurasi 30 detik dari salah satu media sosial, kemudian mengunggahnya ke ponsel miliknya tanpa ada sedikit pun mengedit ataupun memotongnya saat diunggah.

“Saya tidak memotong, saya dapatnya dari media NKRI dan itu sudah saya katakan di BAP, ketika saya disidik,” katanya.

Dalam eksepsi yang disampaikan, Tim Kuasa Hukum memohon kepada majelis hakim agar dapat menerima nota keberatan dan menggugurkan semua dakwaan dari JPU dan menghapus perkara Buni Yani.

Pada sidang sebelumnya, JPU Andi Muh. Taufik membacakan dakwaan Pasal 32 Ayat 1 yang dengan sengaja menghilangkan kata ‘pakai’ yang diucapkan Ahok saat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Dengan menghilangkan kata ‘pakai’ dan menambahkan caption ‘penistaan terhadap agama? ‘(pemilih muslim) dan (juga bapak-ibu) serta kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini, tanpa seizin Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfomas) Pemprov DKI Jakarta’,” kata Andi.

Atas perbuatannya, jaksa Andi mendakwa Buni Yani dengan dakwaan pertama yaitu melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, JPU mendakwa Buni Yani yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Buni Yani kembali didakwa JPU dengan melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (IwanY)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...