Pemilik Pil Ineks Dituntut 13 Tahun Penjara

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Terdakwa Doni Agustian dituntut hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan oleh jaksa karena kasus kepemilikan 10 butir ineks .

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu bukan bentuk tanaman,” kata JPU.

Hal yang memberatkan tuntutan terdakwa karena tidak mendukung upaya pemerintah yang gencar-gencarnya memberantas segala jenis peredaran narkotika.

Dalam dakwaan terungkap, terdakwa ditangkap Polres Badung berkat laporan masyarakat bahwa ada seorang pria yang sering melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Canggu, Kabupaten Badung.

Dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap terdakwa pada 19 Agustus 2017, Pukul 00.15 WITA dimana saat itu terdakwa masuk ke dalam Gang Kayu, Manis, Banjar Silayukti, Jalan Raya Canggu, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Melihat gerak gerik terdakwa yang mencurigakan saat membungkung di pojok gang setempat hendak mengambil sebuah bungkusan dengan tangan kanannya.

Karena ketahuan oleh petugas, terdakwa sempat membuang bungkusan itu dengan tangan kirinya dan polisi melakukan pengejaran kepada terdakwa dan berhasil menangkapnya.

Polisi kemudian meminta terdakwa mengambil barang yang dibuangnya dan saat diinterogasi petugas terdakwa mengaku barang yang dibuangnya itu jenis ineks.

Kemudian, saat petugas memeriksa barang haram yang dibuang terdakwa tadi ternyata 10 butir ineks itu disimpan didalam bungkus rokok.

Selanjutnya, petugas lantas menggiring terdakwa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menimbang barang bukti yang dibawanya.

Dari tangan terdakwa, polisi mendapati 10 butir tablet ineks itu memiliki berat 5,2 gram. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Negeri Bohong

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.