Pembunuh Wartawati Palu Dituntut 14 Tahun Penjara

0
88
pembunuhan
Pembunuhan (ilustrasi)

PALU – Terdakwa kasus pembunuhan wartawati di Palu, Rinus Yohanes Sandipu, dituntut hukuman 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Rabu (21/6).

“Terdakwa terbukti telah menghilangkan nyawa Maria Jeande Sandipu yang tidak lain merupakan istrinya sendiri. Padahal terdakwa juga telah menggunakan uang sang istri untuk keperluan pribadi,” kata JPU Nursiah dalam sidang pembacaan tuntutan di PN Palu, Rabu (21/6).

Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim I Made Sukanada menutup sidang dan menunda pada Rabu (5/7) dengan agenda putusan.

Rinus dihadapan majelis hakim yang diketuai I Made Sukanada meminta maaf kepada keluarga dan teman-teman seprofesi (wartawan) atas perbuatanya, sekaligus meminta keringanan hukuman.

Dalam sidang pembacaan tuntutan JPU, Rinus mengakui dakwaan JPU soal mula terjadinya pembunuhan istrinya.

JPU Surianto menuturkan kronologis muasal terjadinya pembunuhan yang dilakukan terdakwa terhadap Maria Jeande. Kala itu, Rinus mengambil uang celengan yang disimpan Maria Jeande. Uang tersebut dipergunakan untuk kesenangan pribadinya.

Untuk mengelabui istrinya, isi celengan diganti oleh terdakwa dengan guntingan kertas koran.

“Amanda (Maria Jeande, red) ketika membuka celengannya dan mendapati guntingan kertas koran, geram terhadap perbuatan Rinus,” kata Surianto.

Dari situlah awal percekcokan terjadi, sampai akhirnya Rinus menghilangkan nyawa istrinya dengan menjeratnya mengunakan pashmina atau selendang.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam pledoinya, Penasehat Hukum terdakwa, Buhari, secara lisan meminta keringanan hukuman bagi kliennya.

“Perbuatan terdakwa telah terbukti dan terdakwa telah mengakuinya, saya meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim,” kata Buhari.

Seblumnya diberitakan, Maria Jeande ditemukan sudah tidak bernyawa pada Jumat (15/3) oleh saudaranya di salah satu kamar indekos di Jalan Karoya, Kecamatan Palu Selatan. Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku, dengan kondisi wajah lebam, serta ada bekas kekerasan di leher.

Sebelum kejadian, tersangka dan korban sempat terlibat cekcok selama dua hari berturut-turut hingga kejadian naas tersebut. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU