Pelaku Digaji Rp7-9 Juta/Bulan Untuk Jaga Gudang Jutaan PCC

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dari hasil penyelidikan pihak Satreskoba Polresta Sidoarjo, hingga kini baru satu pelaku yang diamankan dalam kasus penyitaan jutaan pil Paracetamol Caffeine Carisoprodrol (PCC).

Dari pengakuan pelaku yang berinisial IM, untuk menjaga gudang atau rumah tempat penyimpanan pil PCC di Desa Sawocangkring, Wonoayu, Sidoarjo, pelaku digaji Rp7-9 juta per bulan.

“Kami tetap akan melakukan pendalaman lebih lanjut atas pengakuan pelaku, supaya terungkap jaringan-jaringan yang terlibat di dalamnya” kata Kasatnarkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto kepada SERUJI di lokasi, Rabu (17/1).

Sugeng menambahkan, pelaku mengaku bekerja sendirian dalam menjaga gudang tersebut. Namun, pihaknya terus menelusuri gaji yang didapatkan pelaku itu.

“Kami akan menelusuri gaji yang didapatkannya itu, apakah ditransfer atau tidak, jika ditransfer maka ada kemungkinan ada pihak lainnya yang dinilai terlibat dalam jaringan peredaran pil PCC ini,” tegasnya.

“Apabila dikalkulasikan dari total lima jutaan lebih pil PCC yang diamankan, ada total Rp10 Milyar yang diamankan dari praktek terlarang ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, untuk menjerat pelaku, pihaknya akan menggunakan pasal 196 dan pasal 197 Undang-Undang Kesehatan 36 tahun 2006 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Kami akan terus berupaya supaya kasus ini bisa segera terselesaikan, apakah orang yang diperiksa ini terlibat atas produksi pil PCC tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil menggerebek rumah yang diduga tempat produksi, pengepakan, dan penyimpanan pil terlarang PCC di Desa Sawocangkring RT 07 RW 02, Wonoayu, Sidoarjo, pada Rabu (17/1).

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 5.355.000 butir pil PCC. Selain itu juga menyita beberapa peralatan lain seperti oven, kardus kemasan, alumunium foil, alat perekat, dan beberapa alat produksi lainnya. (Devan/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O