Orator Pro Ahok Penghina Jokowi Dilaporkan ke Polisi

3
224
veronica koman
Potongan video Veronica Koman saat berorasi di Rutan Cipinang. (FOTO: Youtube)

JAKARTA – Veronica Koman Liau, pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dilaporkan ke polisi atas tuduhan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo dan presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Veronica dilaporkan oleh seorang pria bernama Kan Hiung ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (13/5/2017).

Dalam laporannya, Kan mengaku sebagai warga negara Indonesia yang tersinggung atas orasi dari Veronica beberapa waktu lalu di depan Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5), lalu.

“Saya sebagai rakyat Indonesia merasa dirugikan karena Presiden adalah simbol negara yang harus dihormati. Kalau semua orang bebas berorasi dan teriak-teriak menghina Presiden kita, apa kata dunia,” ujar Kan kepada wartawan, Sabtu (13/5).

Menurut Kan, orasi Veronica didengar masyarakat luas. Bahkan, lanjut dia, saat berorasi ada media asing yang meliput.

“Maka bisa membuat rasa kepercayaan internasional ke Indonesia menurun. Sebagai rakyat Indonesia, saya merasa dirugikan,” ucap dia.

“Di situ dia (Veronica) teriak-teriak, tidak ada penistaan agama, yang ada adalah peradilan yang nista, hakim yang nista, itu kan kalimat yang menyesatkan. Presiden Joko Widodo saja sudah mengumumkan bahwa seluruh rakyat Indonesia agar menghargai putusan majelis hakim soal kasus Ahok,” kata Kan.

Kan Hiung hadir ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya didampingi kuasa hukumnya, Ferry Juan, Sabtu siang (13/5). Dalam laporannya, Kan menyertakan beberapa barang bukti. Dia membawa barang bukti berupa screenshot beberapa media online yang memuat orasi dari Veronica, dan satu keping CD berisi rekaman video saat Veronica berorasi di depan para pendukung Ahok.

Laporan tersebut diterima polisi dan tertuang dalam laporan bernomor LP/2319/V/2017/PMJ/ Dit.Reskrimum, Tanggal 13 Mei 2017. Terlapor akan dikenakan Pasal 137 KUHP mengenai Tindak Pidana Penghinaan Terhadap Presiden.

Sebelumnya, dalam tayangan sebuah video yang menjadi viral di media sosial, memperlihatkan Veronica berorasi di depan Rumah Tahanan Cipinang dengan menghina pemerintahan Jokowi. Ia menyatakan rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY.

Akibatnya, Kementerian Dalam Negeri pun mengirimkan surat kepada Veronica untuk segera membuat permintaan maaf secara terbuka. Bukan hanya itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo juga mengancam membawa masalah ini ke jalur hukum, jika Veronica dalam sepekan ini tak memberikan klarifikasi.

 

EDITOR: Iwan Y

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU