Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan Diadili

1
56
save wartawan
Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Wartawan. (ilustrasi)

MEDAN – Oknum TNI AU Lanud Soewondo berinisial RPS, penganiaya wartawan Array Argus dan rekannya Teddy Akbari diadili di Pengadilan Militer 1-02 Medan.

Oditur Militer Darwin Hutahaen dalam dakwaannya di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (19/6), menyebutkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 15 Agustus 2016.

“Saat itu, situasi di Kelurahan Sari Rejo semakin memanas mengenai sengketa tanah yang terjadi antara warga dengan TNI AU,” kata Darwin membacakan dakwaannya.

Kemudian, Array dan Teddy berangkat melaksanakan tugas jurnalistik dengan menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian di Sari Rejo. Ketika berada di lokasi, Array dan Teddy didatangi rombongan prajurit TNI AU dan salah seorang diantaranya adalah oknum RPS yang menanyakan alasan kedua wartawan itu berada di lokasi tersebut.

Dalam surat dakwaan itu disebutkan, bahwa RPS berbuat nekad dan menghajar Array karena saksi mencoba menepis tangan terdakwa.

“Tak terima tangannya ditepis, RPS kemudian menendang perut Array hingga terpental ke lokasi yang banyak terdapat bebatuan,” kata Oditur Militer itu.

Ia menyebutkan, Array berusaha menyelamatkan diri, dan bersembunyi di belakang rumah warga. Namun nahas, saksi korban tersebut tidak bisa melarikan diri dari amukan RPS, karena bagian samping rumah warga itu tertutup dengan seng bekas. Saksi Array akhirya menjadi bulan-bulan dan dihajar oleh oknum anggota TNI AU Lanud Soewondo.

Terdakwa RPS dijerat melanggar Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Terdakwa tidak dikenakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers karena menghalangi wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

Usai mendengarkan dakwaan, penasihat hukum terdakwa RPS, Andrie G akan menyampaikan eksepsi pada Selasa depan (4/7).

Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Aidil Aditya, usai sidang, menyesalkan dakwaan Oditur Militer pada persidangan dugaan penganiayaan wartawan yang dilakukan oknum TNI AU Lanud Soewondo, RPS.

Dalam dakwaan tersebut, tidak benar saksi korban Array wartawan Tribun Medan menepis tangannya RPS, saat memberikan instruksi untuk meninggalkan lokasi pada kerusuhan di Sari Rejo.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Array tidak ada menjelaskan bahwa kasus penganiayaan itu, karena adanya tepisan tangan dari terdakwa.

Oleh karena itu, LBH Medan mempertanyakan munculnya tepisan tangan dalam dakwaan Oditur Militer tersebut.

“Kami mendampingi Array sewaktu di-BAP, tidak ada mengatakan menepis tangan oknum TNI AU pada saat kejadian tersebut,” ujar Aidil.

Ia menyebutkan, pelanggaran yang disangkakan terhadap RPS, hanya dikenakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUH Pidana, dan tidak ada dicantumkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kenapa Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dihilangkan, padahal Array sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis namun dihalangi oleh RPS,” katanya. (IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

bambang soesatyo

Pengamat Optimis RUU KUHP Dapat Diselesaikan di Era Bamsoet

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Asosiasi Sarjana Hukum Tata Negara (ASHTN) Mei Susanto optimistis DPR di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo sebagai Ketua dapat menyelesaikan pembahasan Rancangan...
RUU Minuman Beralkohol

Kembali Pernyataan Ketum PAN Dibantah, Kali Ini Terkait RUU Minuman Beralkohol

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) DPR RI, Arwani Thomafi membantah pernyataan Ketua Umum Partai...
Bima Arya Sugiarto

Pemkot Bogor Hentikan Izin Tempat Hiburan Malam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengambil tindakan preventif tidak mengeluarkan izin tempat hiburan malam (THM) pascakejadian perkelahian antara anggota Brimob dengan...

Coutinho Dekati Debut di Barca Setelah Berlatih Bersama Tim

BARCELONA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Barcelona Ernesto Valverde mengatakan Philippe Coutinho dapat melakukan debutnya untuk klub pada pertandingan leg kedua perempat final Piala Raja melawan...
menhub

Menhub: Tilang Truk Kelebihan Muatan

CIKARANG, SERUJI.CO.ID - Polisi akan menilang truk yang membawa kelebihan muatan barang saat melaju di jalur Jakarta-Bandung, mengingat selama ini kendaraan tersebut dituding sebagai...
loading...
Perlengkapan Mendaki

Perlengkapan Mendaki Dengan Si Kecil

Untuk mengajak si kecil mendaki, tentunya memerlukan persiapan yang lengkap, selain persiapan mental dan fisik untuk orang tua tentunya. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat mendaki...
panahan

Jelang Piala Danlanud Cup, Sejumlah Pemuda Gencar Berlatih Panahan

Kotawaringin Barat - Sejumlah pemuda berlatih olahraga Panahan di lokasi taman kota Pangkalan Bun Park Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Minggu (21/1) sore. Sesi...
Model Berhijab

Pertama Kalinya, L’Oreal Gunakan Model Berhijab

Paris - L'Oréal Paris membuat gebrakan dengan memakai jasa seorang wanita berhijab Amena Khan, blogger asal inggris, untuk promosi produk perawatan rambut terbarunya, Elvive. Amena,...