Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan Diadili

1
79
save wartawan
Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Wartawan. (ilustrasi)

MEDAN – Oknum TNI AU Lanud Soewondo berinisial RPS, penganiaya wartawan Array Argus dan rekannya Teddy Akbari diadili di Pengadilan Militer 1-02 Medan.

Oditur Militer Darwin Hutahaen dalam dakwaannya di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (19/6), menyebutkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 15 Agustus 2016.

“Saat itu, situasi di Kelurahan Sari Rejo semakin memanas mengenai sengketa tanah yang terjadi antara warga dengan TNI AU,” kata Darwin membacakan dakwaannya.

Kemudian, Array dan Teddy berangkat melaksanakan tugas jurnalistik dengan menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian di Sari Rejo. Ketika berada di lokasi, Array dan Teddy didatangi rombongan prajurit TNI AU dan salah seorang diantaranya adalah oknum RPS yang menanyakan alasan kedua wartawan itu berada di lokasi tersebut.

Dalam surat dakwaan itu disebutkan, bahwa RPS berbuat nekad dan menghajar Array karena saksi mencoba menepis tangan terdakwa.

“Tak terima tangannya ditepis, RPS kemudian menendang perut Array hingga terpental ke lokasi yang banyak terdapat bebatuan,” kata Oditur Militer itu.

Ia menyebutkan, Array berusaha menyelamatkan diri, dan bersembunyi di belakang rumah warga. Namun nahas, saksi korban tersebut tidak bisa melarikan diri dari amukan RPS, karena bagian samping rumah warga itu tertutup dengan seng bekas. Saksi Array akhirya menjadi bulan-bulan dan dihajar oleh oknum anggota TNI AU Lanud Soewondo.

Terdakwa RPS dijerat melanggar Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Terdakwa tidak dikenakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers karena menghalangi wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

Usai mendengarkan dakwaan, penasihat hukum terdakwa RPS, Andrie G akan menyampaikan eksepsi pada Selasa depan (4/7).

Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Aidil Aditya, usai sidang, menyesalkan dakwaan Oditur Militer pada persidangan dugaan penganiayaan wartawan yang dilakukan oknum TNI AU Lanud Soewondo, RPS.

Dalam dakwaan tersebut, tidak benar saksi korban Array wartawan Tribun Medan menepis tangannya RPS, saat memberikan instruksi untuk meninggalkan lokasi pada kerusuhan di Sari Rejo.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Array tidak ada menjelaskan bahwa kasus penganiayaan itu, karena adanya tepisan tangan dari terdakwa.

Oleh karena itu, LBH Medan mempertanyakan munculnya tepisan tangan dalam dakwaan Oditur Militer tersebut.

“Kami mendampingi Array sewaktu di-BAP, tidak ada mengatakan menepis tangan oknum TNI AU pada saat kejadian tersebut,” ujar Aidil.

Ia menyebutkan, pelanggaran yang disangkakan terhadap RPS, hanya dikenakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUH Pidana, dan tidak ada dicantumkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kenapa Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dihilangkan, padahal Array sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis namun dihalangi oleh RPS,” katanya. (IwanY)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...