Napi Lapas Langkat Yang Kabur Diimbau Kapolda Sumut Menyerahkan Diri


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengimbau kepada narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Simpang Ladang Klas III, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, yang kabur segera menyerahkan diri secepatnya sebelum diambil tindakan tegas.

“Sebaiknya yang melarikan diri itu, jalani saja sisa hukuman yang masih ada,” kata Andrianto di Medan, Kamis (16/5).

Napi yang kabur dengan cara merusak Lapas Narkoba tersebut, menurut dia, bukan menyelesaikan masalah bagi para napi, tapi justru menambah masalah baru. “Jadi lebih baik menyerahkan diri, daripada menyesal di kemudian hari,” ujar jenderal bintang dua itu.

Andrianto menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pencarian terhadap warga binaan tersebut, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

“Petugas juga sudah mendata jumlah napi yang melarikan diri itu,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 1.600 narapidana Lapas Narkoba Simpang Ladang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat membakar bangunan dan sejumlah kendaraan, pada Kamis (16/5) sekira pukul 14.00 WIB.

Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK di lokasi kejadian, Kamis (16/5) sore, menjelaskan, di dalam Lapas Narkoba terdapat 1.600 napi, dan 215 di antaranya warga binaan perempuan.

“Kita tengah berupaya mengamankan lapas tersebut, dan menurunkan satu kompi petugas Brimob, satu kompi Marinir, satu kompi Raider,” ujarnya.

Kapolres juga memerintahkan kepada petugas melakukan isolasi agar para tahanan tidak ada yang melarikan diri lagi.

“Data sementara ada 100 narapidana narkoba yang melarikan diri, namun 30 di antaranya berhasil kita amankan dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpura dan Polsek Hinai,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemicu dari kejadian itu, dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara narapidana dengan petugas Lapas Narkoba Hinai.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close