Nama Ustadz Yusuf Mansur Ikut Terseret Kasus Penipuan Properti Berkedok Syariah di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Polrestabes Surabaya, hari ini, Senin (6/1) merilis hasil penyidikan terkait kasus penipuan properti berkedok Syariah ‘Multazam Islamic Residence’ yang dikelola PT Cahaya Mentari Pratama (CMP).

“Sebanyak 32 orang yang melapor ke Polrestabes Surabaya, beberapa konsumen lainnya juga diinformasikan telah melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo,” ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes (Pol) Sandi Nugroho kepada wartawan di Mapolretabes Surabaya, Senin (6/1).

Polisi telah menetapkan direktur utama PT CMP yang berinisila MS sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

Selain itu, Sandi juga mengungkapkan bahwa penyidik akan memanggil dai kondang, ustadz Yusuf Mansur untuk dimintai keterangan terkait kasus penipuan properti berkedok syariah tersebut.

Nama ustadz Yusuf muncul dalam kasus tersebut karena foto dirinya menghiasi brosur berbagai event yang melibatkan ‘Multazam Islamic Residence’ yang dijanjikan berlokasi di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur dan akan mulai diserahkan tahun ini.

“Selain itu, ustandz Yusuf Mansur saat ekspos (perumahan) pada tahun 2016, sempat hadir sebagai motivator yang menyatakan bahwa Multazam itu bagian dari kelompok bisnis yang akan berkembang di Surabaya,” jelas Sandi.

Lebih jauh diungkapkan Sandi, bahwa penyidik telah berkoordinasi untuk melakukan pemanggilan kepada ustadz Yusuf Mansur sebagai saksi untuk mengungkap sejauh mana peran tersangka MS dalam penipuan yang dilakukannya.

“Kami sedang koordinasikan, mudah-mudahan beliau berkenan hadir untuk pemeriksaan,” tukas Sandi.

Ketua Paguyuban Korban Multazam Islamic Residence Aris menandaskan mayoritas konsumen yang menjadi korbannya tertipu setelah tergiur pembayaran cicilan dengan sistem syariah yang dijanjikan pengembang PT Cahaya Mentari Pratama, semisal tanpa bunga dan tidak ada denda apabila telat membayar angsurannya.

“Kami berharap uang seluruh konsumen bisa kembali. Tapi yang terpenting saat ini kami akan kawal proses hukumnya hingga seluruh pelaku tertangkap dan dijerat menggunakan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER