Motif Pembunuhan Libatkan TKW Asal Karawang Tidak Jelas


KARAWANG, SERUJI.CO.ID –¬†Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan motif pembunuhan yang dilakukan seorang TKW asal Karawang tidak disampaikan secara jelas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat Suroto, di Karawang, Selasa (10/4), mengatakan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam suratnya hanya menyebutkan kalau TKW asal Karawang telah melakukan pembunuhan terhadap lima orang di Uni Emirat Arab.

Dalam surat BNP2TKI Nomor: 319/PL-MA/III/2018 tertanggal 21 Maret 2018 disampaikan, seorang TKW bernama Aan binti Andi Asip, asal Dusun Tangkolo, Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya, Karawang terlibat kasus pembunuhan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“Kasusnya itu disampaikan jenis pembunuhan berencana, korbannya lima orang. Tapi tidak disampaikan secara jelas mengenai motif dan peristiwa pembunuhannya,” katanya.

BACA JUGA: Terlibat Pembunuhan, TKW Asal Karawang Divonis Hukuman Mati

Aan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana oleh Pengadilan Abu Dhabi UEA pada 7 Desember 2018 dan telah divonis hukuman mati.

Dalam kasus itu, Aan menjadi pelaku dan korbannya lima orang, yakni dua wanita asal Indonesia, dua perempuan asal Thailand, seorang pria Banglades.

Menurut Suroto, Aan berangkat ke luar negeri menjadi TKW pada 13 September 2013 melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Falah Rima Hudaity Bersaudara yang beralamat di Jakarta.

Selama bekerja di Uni Emirat Arab, TKW asal Karawang itu tidak hanya bekerja di satu majikan. Aan sempat dua kali berganti majikan.

Tapi setelah dua kali berganti majikan, keberadaan Aan tidak diketahui, sampai akhirnya disampaikan kabar keterlibatan kasus pembunuhan.

Pihak keluarga sudah meminta pemerintah bisa mengupayakan agar Aan dibebaskan dari hukuman mati. Karena itulah Disnakertrans Karawang mengirim surat ke Kemenlu terkait dengan kasus hukum yang dialami TKW asal Karawang itu. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close