Meski Ditetapkan Tersangka, Pelaku Penistaan Agama Belum Ditahan

1
118
palu hakim
Ilustrasi putusan pengadilan

KARAWANG – Polres Karawang tidak menahan mantan Direktur PT Tatar Kertabumi, Aking Saputra, meski telah menetapkan status tersangka terhadap Aking dalam kasus dugaan penistaan agama.

Untuk menahan seseorang dalam kasus tertentu, kata dia, diperlukan perhitungan yang matang. Pihaknya berjanji akan menangani kasus itu secara proporsional.

“Ya statusnya sudah tersangka, dan penyidikan masih terus berlanjut. Kita akan tuntaskan kasus ini secara proporsional,” kata Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam Indradi, usai menggelar jumpa pers di Mapolres Karawang, Senin (12/6).

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng, sebelumnya mengaku telah mengajukan permohonan pencekalan Aking ke Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia atas keterlibatannya dalam kasus penistaan agama.

Surat permohonan pencekalan terhadap Aking Saputra disampaikan untuk mempermudah proses penyidikan. Sebab, tidak menutup kemungkinan Aking Saputra melarikan diri setelah mengetahui perkembangan penyidikan terkait kasus penistaan agama.

Dalam mengani kasus itu, penyidik Polres Karawang menyatakan akan menjerat Aking dengan 156 KUHP dan atau 156a KUHP serta pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Diberitakan sebelumnya, Aking Saputra, mantan Direktur PT. Tatar Kertabumi, sebuah perusahaan pengembang anak usaha PT Agung Podomoro Land itu dilaporkan menistakan agama Islam lewat komentarnya di Facebook.

Polres Karawang sendiri menangani kasus dugaan penistaan agama tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Karawang (FMK) dan Pemuda Nusantara (P’Na), beberapa waktu lalu.

Sesuai dengan laporan masyarakat itu, Aking dinilai menghina umat Islam dalam status media sosialnya.

“Kitab sucinya mengajarkan kebencian, makian, ancaman, siksa neraka pedih, pembunuhan, hukum potong tangan, hukum rajam sampai mati, hukum balas bunuh,” tulis Aking di Facebook saat itu.

Dalam status lainnya di akun Facebook-nya, Aking menulis “Apakah anak zaman sekarang tahu, bahwa banyak tokoh PKI adalah pemuka agama (tentunya mayoritas dari Islam)”. (IwanY)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...