Merasa Dikriminalisasi, Buni Yani: Saya Siap Untuk Mati

0
175
Sidang Buni Yani
Buni Yani (baju putih) dalam persidangan vonis. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Terpidana kasus pelanggaran UU ITE, Buni Yani menyatakan tidak dapat menerima vonis hakim yang menjatuhkan pidana satu tahun enam bulan kepada dirinya, karena dianggap tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada di persidangan dan menyebut vonis terhadap dirinya merupakan upaya kriminalisasi.

“Keputusan saat ini amat mengecewakan, saya divonis tanpa ada fakta di persidangan. Ini jelas kriminalisasi dan saya akan banding,” tegas Buni Yani saat menyampaikan orasinya usai sidang pembacaan putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11).

“Saya katakan, jangankan penjara, nyawapun akan saya hantarkan untuk perjuangan ini. Saya tak punya salah apa-apa dan saya siap untuk mati,” imbuhnya.

Kepada massa pendukungnya, Buni Yani mengklaim bahwa dirinya tidak bersalah atas video unggahan pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu.

Oleh karena itu, ia tetap akan memperjuangkan nasibnya dengan menempuh upaya banding.

“Saya divonis tanpa ada fakta di persidangan. Ini jelas kriminalisasi dan saya akan banding,” tegasnya lagi.

Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan oleh majelis hakim yang dipimpin M. Saptono dengan argumentasi perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang UU ITE.

Majelis hakim yang diketuai M Saptono itu menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya dengan mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli dan menghilangkan kata “pakai” saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Video pidato Ahok tersebut juga telah menjadi alat bukti pada persidangan kasus penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok. Dimana dalam persidangan kasus Ahok tersebut, video itu telah membuktikan Ahok melakukan tindak pidana sehingga Hakim memutuskan Ahok bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ceamah bela negara

Koarmatim Beri Pembekalan Bela Negara Dan Anti Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Hang Tuah ke-71 Tahun 2018, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana...
Sidang pembakaran rumah

Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku...
Freddy Purnomo

Golkar Jatim Siapkan Ribuan Baliho Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPD Partai Golkar Jatim menyiapkan strategi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalan Pilgub Jatim. Salah...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...