Menikah Lima Tahun, Kehidupan Keluarga Dokter Penembak Istri Tidak Harmonis

0
104
Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo (Foto: Fajar/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Dokter Helmi pelaku penembakan terhadap istrinya Letty Sultri telah menjalani rumah tangga selama lima tahun, namun tidak harmonis.

“Intinya yang bersangkutan (Helmi) itu selama berumah tangga dengan korban lima tahun tidak harmonis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (10/11).

Argo mengungkapkan Helmi kerap terlibat pertengkaran dengan Letty karena persoalan rumah tangga pasangan suami istri. Kemudian, Letty mengajukan perceraian terhadap Helmi pada Juli 2017, selama proses itu Helmi tidak dapat menemui dan menghubungi istrinya.

loading...

Sebelum jatuh talak yang dijadwalkan pada akhir November 2017, Argo menuturkan Helmi menemui Letty untuk membahas masalah rumah tangga di tempat kerjanya di Azzahra Medical Center Jakarta Timur, Kamis (9/11) siang.

Helmi menyiapkan dua pucuk senjata api untuk menakuti istrinya agar membatalkan permohonan perceraian untuk melanjutkan rumah tangga.

“Bukan untuk membunuh, tapi menakuti korban, namun (pelaku) berubah pikiran karena korban tidak berubah pikiran juga,” ujar Argo.

Helmi sempat mengajak bicara Letty, namun istrinya itu masuk ke ruang administrasi klinik sehingga pelaku emosi melepaskan beberapa kali tembakan.

Usai menembak, pelaku meninggalkan lokasi kejadian menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri dengan memegang senjata api rakitan jenis revolver dan FN, serta mengaku telah menembak di wilayah Jakarta Timur.

Petugas jaga di pintu Polda Metro Jaya mengamankan pelaku dengan barang bukti dua pucuk senjata api selanjutnya diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Argo mengaku belum menerima informasi terkait pelaku mengkonsumsi obat penenang sebelum menemui istrinya.

Pelaku terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. (Ant/SU01)

Komentar

BACA JUGA

Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Capai 680 Hektare

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau sejak awal 2018 hingga akhir Februari sudah mencapai lebih dari 680 hektare, yang tersebar di...
kereta ringan

Pemerintah Sumsel Kaji Pendapatan di Luar Tarif LRT

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Pemerintah mengkaji kemungkinan meraih pendapatan di luar tarif jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit, atau LRT untuk menutupi tingginya biaya...

Sidang Kasus First Travel Libatkan 96 Saksi

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, melanjutkan sidang terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dengan agenda pembacaan nota keberatan terdakwa atau eksepsi dengan...

Agenda Sidang Perdana PK Ahok Terkait Pembacaan Memori

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara,...
Suap

Suap APBD Jambi, Anggota DPRD Mulai Diperiksa

JAMBI, SERUJI.CO.ID - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor untuk tiga terdakwa kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018 senilai Rp3,4 miliar. Berdasarkan...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Ajari Anakmu Ilmu Agama

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia...
Light at the end of the tunnel

Garis 8: Hak Asasi Manusia di Hadapan Tuhan

Saat ini banyak manusia yang menuntut agar “berhak segalanya". Apapun yang dikehendaki tak boleh dilarang, dengan sekedar alasan “tokh, tidak ganggu orang lain”. Maka,...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...