Menikah Lima Tahun, Kehidupan Keluarga Dokter Penembak Istri Tidak Harmonis


JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Dokter Helmi pelaku penembakan terhadap istrinya Letty Sultri telah menjalani rumah tangga selama lima tahun, namun tidak harmonis.

“Intinya yang bersangkutan (Helmi) itu selama berumah tangga dengan korban lima tahun tidak harmonis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (10/11).

Argo mengungkapkan Helmi kerap terlibat pertengkaran dengan Letty karena persoalan rumah tangga pasangan suami istri. Kemudian, Letty mengajukan perceraian terhadap Helmi pada Juli 2017, selama proses itu Helmi tidak dapat menemui dan menghubungi istrinya.

Sebelum jatuh talak yang dijadwalkan pada akhir November 2017, Argo menuturkan Helmi menemui Letty untuk membahas masalah rumah tangga di tempat kerjanya di Azzahra Medical Center Jakarta Timur, Kamis (9/11) siang.

Helmi menyiapkan dua pucuk senjata api untuk menakuti istrinya agar membatalkan permohonan perceraian untuk melanjutkan rumah tangga.

“Bukan untuk membunuh, tapi menakuti korban, namun (pelaku) berubah pikiran karena korban tidak berubah pikiran juga,” ujar Argo.

Helmi sempat mengajak bicara Letty, namun istrinya itu masuk ke ruang administrasi klinik sehingga pelaku emosi melepaskan beberapa kali tembakan.

Usai menembak, pelaku meninggalkan lokasi kejadian menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri dengan memegang senjata api rakitan jenis revolver dan FN, serta mengaku telah menembak di wilayah Jakarta Timur.

Petugas jaga di pintu Polda Metro Jaya mengamankan pelaku dengan barang bukti dua pucuk senjata api selanjutnya diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Argo mengaku belum menerima informasi terkait pelaku mengkonsumsi obat penenang sebelum menemui istrinya.

Pelaku terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Negeri Bohong

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close