MAKI Apresiasi Kejagung Nyatakan P21 Kasus Kondensat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memuji keberanian Kejagung menyatakan berkas perkara kasus korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sudah lengkap (P21).

“Memberikan apresiasi atas keberanian Kejagung menyatakan P21 karena sebelumnya telah bolak-balik sebanyak empat kali,” kata Koordinator MAKI Boyamin bin Saiman di Jakarta, Rabu (3/1).

Dengan lengkapnya berkas kasus kondesat ini, maka Boyamin meminta Bareskrim Polri untuk segera menyelesaikan tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti.

MAKI juga meminta Kejaksaan Kejagung untuk melakukan penahanan terhadap tersangka yang diserahkan penyidik Bareskrim kepada jaksa.


“Meminta Kejagung untuk segera melimpakan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor dalam jangka waktu maksimal satu bulan,” katanya.

Jika satu bulan tidak dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, lanjut Boyamin, maka MAKI akan gugat Praperadilan Jaksa Agung dengan dalil telah terjadi Penghentian Penuntutan secara tidak sah atas berlarut-larutnya perkara Kondesat di Kejagung.

Koordinator MAKI ini juga berjanji akan mencabut gugatan praperadilan yang diajukannya melawan Kapolri, terutama Kabareskrim dan Jaksa Agung di Pengadilan Jakarta Pusat Nomor 12/PID.PRAP/2017/PN.JKT.PST pada Kamis (4/1) pada Selasa dengan alasan tujuan menggerakkan kasus korupsi Kondensat telah tercapai.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejakgung Adi Toegarisman mengatakan kasus yang merugikan negara hingga 2,716 miliar dolar AS atau sekitar Rp38 triliun itu dinyatakan lengkap setelah melalui proses penelitian tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adi mengungkapkan berkas yang dinyatakan lengkap ialah milik tiga orang tersangka yang telah dibagi menjadi dua.

Berkas perkara pertama, dengan tersangka mantan kepala BP Migas Raden Priyono serta mantan deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, sedangkan berkas perkara kedua dengan tersangka mantan direktur utama TPPI Honggo Wendratno.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para tersangka adalah Tindak Pidana Korupsi Pengolahan Kondensat Bagian Negara.

Mereka dinilai melawan humum karena pengolahan itu tanpa dilengkapi kontrak kerja sama, mengambil dan mengolah serta menjual kondensat bagian negara yang merugikan keuangan negara.

Sejak Mei 2015, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kondensat ini, yakni Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno.

Penyidik baru menahan Raden Priyono dan Djoko Harsono, sedangkan Honggo Wendratno belum ditahan karena menjalani perawatan kesehatan pascaoperasi jantung di Singapura. (Ant/SU05)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

AJI Kecam Oknum Beratribut Ormas Lakukan Kekerasan Pada Jurnalis Saat Munajat 212

Sejumlah jurnalis mengalami persekusi yang diduga dilakukan oknum dengan atribut sebuah ormas saat acara Malam Munajat 212.

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

Ulama dan Tokoh Politik Bersama Ummat Penuhi Kawasan Monas dalam Munajat 212

Kawasan monas dipenuhi ummat yang hadiri Munajat 212.

Ombudsman Tegaskan Lahan Prabowo Bukan HGU Tapi HPHTI

Akhirnya setelah ditelusuri, Ombudsman memastikan lahan yang dikuasai Prabowo adalah HPHTI, bukan HGU.

TERPOPULER

Prihatin Kondisi Ekonomi Saat ini, Gerindra Akan All Out Menangkan Prabowo

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan, kesiapannya untuk all out memenangkan Prabowo.

Dua Relawan Jokowi-KH Ma’ruf Jadi Korban Ledakan Nobar Debat

TKN Jokowi-Ma'ruf menjenguk dua korban ledakan yang terjadi di area debat calon presiden (capres) yang dirawat di RSAL Dr. Mintohardjo.

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Inilah Lokasi Coto Terenak di Kota Makassar

Lokasi coto terenak di Kota Makassar... catat jika anda berkunjung ke Kota Daeng ini.

Pantai Losari, Pusat Kuliner Khas Warga Bugis-Makassar

Jalan-jalan ke Makassar, jangan lupa mampir ke restoran terpanjang di Indonesia. Apa itu, simak laporan SERUJI