MA Tolak Kasasi Politisi Demokrat Ramadhan Pohan Terkait Kasus Penipuan Cek Kosong

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan politisi Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan terkait kasus penipuan berupa cek kosong bernilai miliaran rupiah.

Selain diajukan Ramadhan Pohan sebagai tersangka, kasasi tersebut juga diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak puas dengan putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

“Amar putusan: JPU NO (Ditolak), ‎TDW (Terdakwa) TOLAK,” bunyi putusan MA yang dikutip SERUJI di laman website MA mahkamahagung.go.id.

Perkara kasasi tersebut teregister di MA dengan nomor 1014 K/PID/2018 pada tanggal 17 Oktober 2018, dan diajukan baik oleh terdakwa maupun JPU.

Baca juga: Mantan Bendahara Pemenangan Ramadhan Pohan Dihukum 9 Bulan Bui

Vonis kasasi diputus oleh Hakim Margono, Wahidin, dan Andi Abu Ayyub Saleh dan telah ditetapkan keputusannya pada 27 November 2018.

Kasus tersebut bermula saat Ramadhan Pohan turut berlaga dalam pemilihan Wali Kota Medan pada tahun 2016 lalu. Untuk pembiayaan kampanye, Ramadhan meminjam dari RH Simanjutak dan Hendru Sianipar.

Baca juga: Divonis 1 Tahun 3 Bulan Bui, Ramadhan Pohan Masih Bisa Melenggang Bebas

Pengembalian pinjaman tersebut kemudian bermasalah. Pasalnya, Ramadhan Pohan mengembalikan pinjaman dengan cek kosong. Akibat perbuatan tersebut, ia dijatuhi vonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, pada 27 Oktober 2017 dengan hukuman 15 bulan penjara.

Ditingkat banding, hukuman Ramadhan Pohan diperberat oleh Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 5 April 2018 menjadi 3 tahun penjara.

Tak terima akan putusan ‎banding tersebut, Ramadhan Pohan mengajukan kasasi ke MA. Tak hanya Ramadhan Pohan, pihak JPU juga mengajukan upaya kasasi ke MA. MA pun telah memutus perkara tersebut dengan menolak upaya kasasi keduanya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER

Mengenal Karbohidrat Rafinasi dan Bahayanya Bagi Tubuh

Menikmati sebungkus keripik kentang sambil menonton film memang menyenangkan. Tapi awas! jangan terlalu banyak. Ada bahaya mengintai di setiap gigitannya.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy