Lemkapi: Kasus Victor Laiskodat Pertaruhan Kredibilitas MKD

0
52
Victor Laiskodat
Viktor Laiskodat, Ketua Fraksi Partai NasDem

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan menilai kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ketua Fraksi Partai NasDem Victor Laiskodat merupakan pertaruhan kredibilitas bagi Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

“Bila masyarakat ragu dengan MKD, kasus ini pertaruhan bagi mereka. Masyarakat menunggu hasil kerja MKD dalam menyikapi kasus ini,” kata Edi dihubungi di Jakarta, Jumat (24/11).

Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu mengatakan peristiwa dengan ucapan yang dipermasalahkan itu memiliki banyak saksi dan bukti yang bisa dilihat oleh masyarakat luas, salah satunya adalah rekaman ucapan Victor.

Karena itu, Edi mengatakan sudah seharusnya MKD segera menyikapi kasus itu dan segera memutuskan apakah dalam kejadian itu ada pelanggaran yang dilakukan Victor atau tidak. Keputusan MKD akan menjadi dasar bagi polisi untuk meneruskan kasus itu atau tidak.

“Penyelidikan harus tetap jalan. Menghentikan penyelidikan sebuah kasus harus ada gelar perkara, tidak bisa suka-suka. Ada aturannya. Bila MKD menyatakan ada pelanggaran yang dilakukan, polisi wajib melanjutkan kasus itu,” katanya.

Edi menilai langkah polisi menunggu keputusan MKD sudah tepat karena anggota DPR memiliki hak imunitas sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Pasal 224 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang MD3 menyebutkan anggota DPR memiliki hak imunitas terkait dengan segala pernyataan, pendapat, sikap serta tindakan yang diekspresikan di dalam dan di luar rapat DPR.

Dengan hak imunitas tersebut, setiap pernyataan, pendapat, sikap serta tindakan anggota DPR yang sedang menjalankan tugas dan fungsinya tidak bisa dituntut ke pengadilan.

“Polri perlu berhati-hati menangani kasus itu agar tidak berbenturan dengan Undang-Undang MD3,” ujarnya.

Meskipun anggota DPR memiliki hak imunitas, Edi menilai pihak-pihak yang melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Victor ke polisi maupun MKD perlu dipuji sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi.

Sebagaimana diketahui Victor Laiskodat telah dilaporkan ke Bareskrim oleh beberapa pihak karena diduga telah melakukan ujaran kebencian dan fitnah saat berpidato politik di Kupang pada 1 Agutus 2017 lalu. Namun hingga saat ini Victor masih melenggang bebas bahkan sama sekali belum diperiksa Polisi.  (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...