Kurir 86 Gram Sabu-Sabu Dijatuhkan Vonis 20 Tahun Penjara

AMBON, SERUJI.CO.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap Andries Donal Wakano, kurir yang mengantarkan 86 gram narkotika golongan satu bukan tanaman jenis ganja kepada terdakwa Bripka Markus Pattimaipauw.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata majelis hakim PN setempat diketuai Pasti Tarigan di Ambon, Selasa (18/6).

Yang memberatkan terdakwa dihukum penjara karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba. Majelis hakim merasa yakin kalau terdakwa adalah seorang kurir narkoba jaringan Jakarta yang masuk ke Ambon.

Majelis hakim juga tidak sependapat dengan jaksa penuntut umum Kejati Maluku, Awaludin, yang menjerat terdakwa hanya melanggar Pasal 112 UU Narkotika, tetapi juga melanggar Pasal 114 UU Narkotika.

Adapun yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya.

Putusan majelis hakim juga jauh lebih tinggi daripada tuntutan JPU yang hanya selama 4 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, baik JPU maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Terdakwa Andries selama ini berdomisili di Depok (Jabar). Ketika kembali ke Kota Ambon, dititipkan sebuah paket yang isinya narkotika golongan satu bukan tanaman seberat 86 gram dari seorang napi di LP Cipinang, dan ternyata napi tersebut adalah saudara kandung Bripka Patimaipauw.

Sebagai imbalan dari membawa paket tersebut, terdakwa Andries mendapatkan satu paket seberat 3 gram, lalu dia telah menggunakan sebagian narkoba terebut di salah satu kamar penginapan, Kota Ambon. Ia tertangkap polisi pada tanggal 18 Februari 2019.

Setelah diperiksa, terdakwa Andries mengaku membawa paket sabu-sabu yang beratnya 86 gram, kemudian diserahkan kepada Bripka Patimaipauw yang saat itu bertugas sebagai ajudan mantan Wagub Maluku.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER