Kuasa Hukum Ahok Sebut Kekhilafan Hakim Jadi Dasar Pengajuan PK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Josefina Agatha Syukur, kuasa hukum mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan kekhilafan hakim dalam membuat putusan vonis menjadi dasar pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) kasus penistaan agama yang menjerat Basuki.

“Ada beberapa pasal yang dalam pengajuan PK kami angkat yakni kekhilafan hakim dalam putusannya,” kata Josefina usai sidang perdana PK kasus Basuki, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (26/2).

Salah satu kekhilafan hakim yakni tidak mempertimbangkan sejumlah ahli yang dihadirkan oleh pihak Basuki.

Selain itu, merujuk pada putusan kasus Buni Yani, maka menurut pihak Basuki, vonis hakim atas kasus Basuki adalah keliru.

BACA JUGA: Berkas Memori PK Ahok Diajukan, Hakim: Keputusan PK Wewenang MA

Senada, Fifi Lety Indra, adik sekaligus kuasa hukum Basuki, juga menambahkan keputusan penahanan langsung terhadap Basuki usai divonis juga menjadi pertimbangan pengajuan PK.

“Dasar penahanan adalah takut dia mengulangi perbuatannya, takut dia menghilangkan barang bukti. Tapi pertimbangan Pak Ahok kooperatif, tidak pernah dipenjara sebelumnya, ini tidak dipertimbangkan,” katanya.

Selain itu poin lainnya, pidato mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dikemukakan pihak Basuki tidak dijadikan pertimbangan hakim.

“Kami juga merilis pidato Gus Dur yang memperbolehkan pemimpin non muslim. Tapi itu tidak dikupas oleh hakim,” katanya.

Menurut Fifi, setidaknya ada tujuh poin kekhilafan hakim yang menjadi dasar pengajuan PK.

Fifi pun mengungkapkan alasan Basuki tidak naik banding usai divonis beberapa waktu lalu lantaran situasi kerukunan antar umat beragama yang tidak bagus/kondusif sehingga Basuki akhirnya memilih menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadapnya.

“Dia tidak rela kalau pendukung dan pembencinya saling berbenturan. Kalau dia memaksakan banding, akan terjadi pro dan kontra,” katanya.  (Ant/SU03)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER