Kembali Penipuan Berkedok Properti Syariah Dibongkar Polisi, Kali Ini di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Memasuki awal tahun 2020, Kasus penipuan properti berkedok syariah kembali mencuat ke tengah publik. Kali ini Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya yang berhasil mengungkap aksi tipu-tipu dengan modus syariah untuk menarik mangsanya.

Polrestabes Surabaya mengungkap PT Cahaya Mentari Pratama (CMP) telah menjalankan aksi penipuannya lewat pengembang perumahan “Multazam Islamic Residence” yang berlokasi di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dikutip dari Antara, Senin (6/1) Kepala Polrestabes Surabaya Kombes (Pol) Sandi Nugroho mengatakan terdapat 32 orang konsumen perumahan tersebut yang melapor setelah menyadari telah tertipu.

“Selain 32 orang yang melapor ke Polrestabes Surabaya, beberapa konsumen lainnya juga diinformasikan telah melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo. Kami belum tahu secara pasti berapa banyak konsumen yang menjadi korbannya,” ujarnya saat konferensi pers di Surabaya.

Menurut penyelidikan polisi, PT Cahaya Mentari Pratama menjanjikan perumahan Multazam Islamic Residence siap huni pada tahun ini. Sebagian besar konsumen yang menjadi korbannya telah melunasi cicilan yang pembayarannya diangsur sejak tahun 2016.

Kenyataannya lokasi perumahan yang dijanjikan sampai sekarang masih berupa rawa-rawa dan tanah kosong. Selain itu, dari hasil penyelidikan, Polisi memastikan seluruh lokasi yang dijanjikan tersebut masih milik orang lain.

“Kami sempat datangi kantor pemasarannya di Jalan Rungkut Menanggal Surabaya namun sudah tidak berpenghuni. Setelah kami selidiki, sejumlah pegawai yang pernah bekerja di sana sudah dipecat dan data-data di komputer terkait pemasaran perumahan itu juga dihapus,” ucap Sandi.

Polisi juga telah menetapkan direktur utama PT CMP yang berinisal MS sebagai tersangka dan saat ini telah ditahan di Polrestabes Surabaya.

Kepada polisi, MS mengaku uang penjualan perumahan itu telah dihabiskan untuk kepentingan pribadinya. Dua rekening miliknya telah diamankan polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kombes Pol Sandi menyebut potensi kerugian yang diderita para konsumen sebagai korbannya cukup besar, dari empat orang korban pelapor saja bisa mencapai Rp3,4 miliar.

Polisi menyatakan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari tahu siapa agen pemasarannya dan yang terlibat mengelola dana.

Ketua Paguyuban Korban Multazam Islamic Residence Aris menandaskan mayoritas konsumen yang menjadi korbannya tertipu setelah tergiur pembayaran cicilan dengan sistem syariah yang dijanjikan pengembang PT Cahaya Mentari Pratama, semisal tanpa bunga dan tidak ada denda apabila telat membayar angsurannya.

“Kami berharap uang seluruh konsumen bisa kembali. Tapi yang terpenting saat ini kami akan kawal proses hukumnya hingga seluruh pelaku tertangkap dan dijerat menggunakan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang,” katanya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Promo Miras Holywings, Fahira: Ini Provokasi bukan Promosi

SERUJI.CO.ID - Anggota DPD RI yang juga Senator DKI...

Demo Penghina Nabi di India, Dua Remaja Tewas

SERUJI.CO.ID - Dua remaja Muslim tewas dalam kekerasan di...

Syafii Maarif dan Isu Perbudakan Spiritual

Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

Innalillahi, Kembali Indonesia Berduka Guru Bangsa Buya Syafii Maarif Berpulang

Kabar duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia dengan berpulangnya guru bangsa Buya Syafii Maarif pada hari hari ini, Jumat 27 Mei 2022.

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Segarkan Wajah dengan A I U E O

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi