Kejaksaan Tunggu Sikap Buni Yani

0
93
hm prasetyo
HM Prasetyo, Jaksa Agung RI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kejaksaan masih menunggu sikap terdakwa Buni Yani terkait vonis satu tahun enam bulan dalam kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kita tunggu perkembangannya seperti apa, kalau yang bersangkutan mengupayakan upaya banding. Jaksa pun mengajukan banding juga,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo seusai acara pelantikan pejabat eselon I Kejaksaan RI di Jakarta, Rabu (15/11).

Jadi, kata dia, waktunya masih panjang terlebih lagi misalnya Buni Yani pascaputusan banding akan mengajukan upaya kasasi.

“Bagi kita semuanya sudah selesai, meskipun kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya,” katanya.

Dia menilai majelis hakim sependapat dengan kejaksaan bahwa Buni Yani bersalah melanggar UU ITE.

“Hanya waktu itu JPU saya menuntut dua tahun penjara serta perintah untuk ditahan dan denda Rp 100 juta. Tapi putusannya 1,5 penjara tanpa diperintah untuk ditahan,” katanya.

Diberitakan, Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan oleh majelis hakim yang dipimpin M. Saptono dengan argumentasi perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang UU ITE.

Majelis hakim yang diketuai M Saptono itu menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya dengan mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli dan menghilangkan kata “pakai” saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Video pidato Ahok tersebut juga telah menjadi alat bukti pada persidangan kasus penistaan agama Islam yang dilakukan Ahok. Dimana dalam persidangan kasus Ahok tersebut, video itu telah membuktikan Ahok melakukan tindak pidana sehingga Hakim memutuskan Ahok bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU