Kejagung Akan Serahkan Rp3,6 Triliun Hasil Cuci Uang ke BNN

0
66
Jaksa Agung HM Prasetyo (putih). Jaksa Agung Muda Intelejen Adi Toegarisman
Jaksa Agung, HM Prasetyo (kemeja putih), Jampidsus M Adi Toegarisman. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kejaksaan Agung akan memberikan aset tindak pidana pencucian uang milik terpidana narkoba Poni Tjandra berupa sebuah rumah mewah di Pantai Mutiara, Jakarta Utara kepada lembaga Badan Narkotika Nasional.

“Saya akan menyerahkan barang bukti rampasan dari hasil perkara narkotika ini kepada BNN, untuk dimanfaatkan bagi mereka untuk mendukung tugas-tugas operasional mereka,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, Jakarta Selatan, Jumat, 17/2.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional, Kombes Pol Slamet Pribadi membenarkan, bahwa aset itu merupakan milik Poni Tjandra yang telah dihukum enam tahun penjara dari tindak pidana pencucian uang.

“Tanggal 20 Februari 2017 ada penyerahan aset dari kejaksaan ke BNN. Aset itu adalah kasus TPPU yang disita BNN, terhadap tersangka Poni Tjandra, yang sekarang di Nusakambangan, Asetnya di rumah Pantai Mutiara,” ujar Slamet Pribadi di Jakarta.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, mengatakan hasil kerja penyidiknya selama beberapa tahun ini, berhasil mengungkap tindak pidana narkoba dan tindak pidana pencucian uang.

Menurut Arman, selama ini BNN telah berhasil menyita beberapa aset milik tersangka kasus narkoba yang seluruhnya mencapai nilai Rp3,6 triliun. Dari dana Rp 3,6 triliun itu, sebanyak Rp2,8 triliun di antaranya bersumber dari sindikat narkotik besar yang dikomandoi Pony Tjandra.

Pony adalah seorang narapidana yang divonis hukuman seumur hidup karena kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 57 ribu butir pada tahun 2014. Dia kini mendekam di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Ada lima kasus dari 2014-2015, di mana seluruh kasus sudah dilakukan penyidikan dan kami sudah menyita Rp3,6 trilliun, seperti rumah, mobil, tanah, emas, dan surat-surat berharga, uang simpanan dalam bank, dan cash,” kata Arman Jaksa Agung, HM Prasetyo.

EDITOR: Yus Arza

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...