Kejagung Akan Serahkan Rp3,6 Triliun Hasil Cuci Uang ke BNN

JAKARTA – Kejaksaan Agung akan memberikan aset tindak pidana pencucian uang milik terpidana narkoba Poni Tjandra berupa sebuah rumah mewah di Pantai Mutiara, Jakarta Utara kepada lembaga Badan Narkotika Nasional.

“Saya akan menyerahkan barang bukti rampasan dari hasil perkara narkotika ini kepada BNN, untuk dimanfaatkan bagi mereka untuk mendukung tugas-tugas operasional mereka,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, Jakarta Selatan, Jumat, 17/2.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional, Kombes Pol Slamet Pribadi membenarkan, bahwa aset itu merupakan milik Poni Tjandra yang telah dihukum enam tahun penjara dari tindak pidana pencucian uang.

“Tanggal 20 Februari 2017 ada penyerahan aset dari kejaksaan ke BNN. Aset itu adalah kasus TPPU yang disita BNN, terhadap tersangka Poni Tjandra, yang sekarang di Nusakambangan, Asetnya di rumah Pantai Mutiara,” ujar Slamet Pribadi di Jakarta.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, mengatakan hasil kerja penyidiknya selama beberapa tahun ini, berhasil mengungkap tindak pidana narkoba dan tindak pidana pencucian uang.

Menurut Arman, selama ini BNN telah berhasil menyita beberapa aset milik tersangka kasus narkoba yang seluruhnya mencapai nilai Rp3,6 triliun. Dari dana Rp 3,6 triliun itu, sebanyak Rp2,8 triliun di antaranya bersumber dari sindikat narkotik besar yang dikomandoi Pony Tjandra.

Pony adalah seorang narapidana yang divonis hukuman seumur hidup karena kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 57 ribu butir pada tahun 2014. Dia kini mendekam di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Ada lima kasus dari 2014-2015, di mana seluruh kasus sudah dilakukan penyidikan dan kami sudah menyita Rp3,6 trilliun, seperti rumah, mobil, tanah, emas, dan surat-surat berharga, uang simpanan dalam bank, dan cash,” kata Arman Jaksa Agung, HM Prasetyo.

EDITOR: Yus Arza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Blunder

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER