Kejagung Akan Serahkan Rp3,6 Triliun Hasil Cuci Uang ke BNN

0
87
Jaksa Agung HM Prasetyo (putih). Jaksa Agung Muda Intelejen Adi Toegarisman
Jaksa Agung, HM Prasetyo (kemeja putih), Jampidsus M Adi Toegarisman. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kejaksaan Agung akan memberikan aset tindak pidana pencucian uang milik terpidana narkoba Poni Tjandra berupa sebuah rumah mewah di Pantai Mutiara, Jakarta Utara kepada lembaga Badan Narkotika Nasional.

“Saya akan menyerahkan barang bukti rampasan dari hasil perkara narkotika ini kepada BNN, untuk dimanfaatkan bagi mereka untuk mendukung tugas-tugas operasional mereka,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, Jakarta Selatan, Jumat, 17/2.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional, Kombes Pol Slamet Pribadi membenarkan, bahwa aset itu merupakan milik Poni Tjandra yang telah dihukum enam tahun penjara dari tindak pidana pencucian uang.

“Tanggal 20 Februari 2017 ada penyerahan aset dari kejaksaan ke BNN. Aset itu adalah kasus TPPU yang disita BNN, terhadap tersangka Poni Tjandra, yang sekarang di Nusakambangan, Asetnya di rumah Pantai Mutiara,” ujar Slamet Pribadi di Jakarta.

Sebelumnya, Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, mengatakan hasil kerja penyidiknya selama beberapa tahun ini, berhasil mengungkap tindak pidana narkoba dan tindak pidana pencucian uang.

Menurut Arman, selama ini BNN telah berhasil menyita beberapa aset milik tersangka kasus narkoba yang seluruhnya mencapai nilai Rp3,6 triliun. Dari dana Rp 3,6 triliun itu, sebanyak Rp2,8 triliun di antaranya bersumber dari sindikat narkotik besar yang dikomandoi Pony Tjandra.

Pony adalah seorang narapidana yang divonis hukuman seumur hidup karena kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 57 ribu butir pada tahun 2014. Dia kini mendekam di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Ada lima kasus dari 2014-2015, di mana seluruh kasus sudah dilakukan penyidikan dan kami sudah menyita Rp3,6 trilliun, seperti rumah, mobil, tanah, emas, dan surat-surat berharga, uang simpanan dalam bank, dan cash,” kata Arman Jaksa Agung, HM Prasetyo.

EDITOR: Yus Arza

 

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...