Kedapatan Nyabu, Driver Ojek Online Terancam 20 Tahun Penjara

0
128
  • 4
    Shares
terdakwa narkoba
Terdakwa driver ojek online Achmad Mustaqim Toufiq (30) disidang di PN Surabaya, Selasa (13/3/2018). (foto:Devan/SERUJI)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Driver Ojek Online, Achmad Mustaqim Toufiq (30) dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya, lantaran kedapatan mengkonsumsi Sabu di rumahnya, Jalan Semampir Utara, Medokan, Surabaya pada 4 November 2017.

Atas kasus yang menimpanya, Achmad akhirnya jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya, yang pada hari ini, Selasa (13/3), mengagendakan mendengarkan saksi dari kepolisian.

Berdasarkan keterangan saksi polisi yang melakukan penangkapan, Rizky Wardhana, terdakwa ditangkap setelah polisi terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap anak buah terdakwa (Kurir).

Loading...

“Sebelumnya melakukan penangkapan terhadap kurirnya, dan atas keterangan itu, kami lakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu sedang menggunakan sabu di lantai II rumahnya,” ungkap saksi Rizky saat memberikan keterangan di PN Surabaya, Selasa (13/3).

Dalam penggeledahan tersebut, lanjut Rizky, petugas menemukan barang bukti 3 poket sabu, timbangan, plastik klip kosong, alat hisap (bong) dan 4 buah korek yang dijadikan kompor.

“Barang bukti itu kami amankan di rumahnya, dan timbangan itu buat memecah barang sebelum diedarkan,” terang Rizky.

Sementara saksi Heru Prasetyo menambahkan, terdakwa mendapatkan barang dari Oon alias Pesek, yang saat ini mendekam di Lapas kelas I, Surabaya Porong.

“Terdakwa saat transaksi dengan Oon, melalui kurirnya selalu dilakukan dengan cara diranjau, seharga Rp 600 ribu,” tambah Heru.

Atas keterangan kedua saksi, Ketua Majelis Hakim, Pujo menanyakan kebenaran keterangan saksi terhadap terdakwa Achmad Mustaqim Toufiq (AMT) dan dibenarkan. Namun terkait kepemilikan timbangan, AMT membantah dan mengaku bukan miliknya.

“Timbangan itu bukan milik saya, namun saya hanya meminjam saja, untuk menimbang,” ujarnya, saat dimintai keterangan oleh JPU dari Kejari Surabaya, Darwis.

Atas perbuatannya, Jaksa penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotikan dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara. (Devan/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU