Kecelakaan KA Sancaka, Sopir Truk Jadi Tersangka

NGAWI, SERUJI.CO.ID –┬áKepolisian Resor Ngawi menetapkan Mohammad Sholeh Ajiaman (40), sopir truk trailer sebagai tersangka dalam kejadian kecelakaan dengan KA Sancaka di perlintasan liar KM 251+8 antara Stasiun Kedungbanteng-Walikukun, wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Jumat (6/4).

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan di Ngawi, Senin (9/4), sopir yang merupakan warga Bojonegoro itu dinilai telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan hilangnya nyawa.

Kecelakaan itu menyebabkan hilangnya satu nyawa, yakni masinis KA Sancaka bernama Mustofa warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

“Tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHP subsider pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,” tutur AKBP Pranatal.

Menurut dia, tersangka diamankan di rumah temannya tidak jauh dari lokasi kecelakaan setelah 24 jam meninggalkan lokasi kejadian. Kini tersangka dalam penahanan Polres Ngawi dan kasusnya ditangai oleh Satreskrim polres setempat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Sholeh Ajiaman mengaku menjalankan truknya meninggalkan lokasi proyek tanpa pengawalan dan sepengetahuan petugas pengontrol jam kereta.

Sebelum kejadian, tersangka mengemudikan truknya dan mengangkut bantalan beton kereta untuk proyek “double track”. Lokasi proyek sekira 20 meter dari titik kecelakaan. Setelah bantalan diturunkan, tersangka hendak memutar truk. Pada saat melintasi rel kereta, truk terlalu menikung karena haluan tidak tepat dan mogok, sehingga berhenti melintang di atas rel.

“Awalnya tersangka tidak tahu kalau ada kereta. Ia sempat berusaha menghidupkan mesinnya, namun gagal. Sadar ada kereta, tersangka lari dan meninggalkan truk di lokasi,” kata dia.

Ia menjelaskan, penetapan tersangka tersebut setelah polisi memeriksa lima saksi, termasuk tersangka dalam kasus tersebut. Empat saksi lain yang dimintai keterangan adalah dua saksi pekerja “double track” dari KAI, dan dua saksi dari kontraktor mitra KAI. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy