Kapolres: Peredaran Narkoba di Pamekasan Masih Marak

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo menyatakan, peredaran obat terlarang di wilayah itu masih marak, meski wilayah hukum ini telah mendeklarasikan sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

“Maraknya peredaran narkoba di daerah kita berdasarkan hasil operasi tumpas narkoba yang kami lakukan dalam beberapa hari terakhir ini,” ujar kapolres di Pamekasan, Kamis (26/4) malam.

Kapolres menjelaskan, dalam operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 yang digelar Polres Pamekasan bersama Polsek jajaran, berhasil menangkap 8 tersangka kasus peredaran narkoba.

Dari penangkapan itu, petugas juga menyita barang bukti diantaranya sabu seberat 1.36 gram, pil koplo 985 butir, alat hisap sabu dan 50 botol miras oplosan dari berbagai merek.

Kedelapan orang tersangka yang ditangkap polisi itu merupakan hasil operasi yang digelar mulai tanggal 13 April hingga 24 April 2018.

Menurutnya ke-8 orang tersangka tersebut ditangkap di tiga tempat yang berbeda. Enam kasus ditangkap di permukiman, satu kasus dirumahan kos dan satu kasus lagi di salah satu toko di Pamekasan.

“Dari pengakuan tersangka untuk miras oplosan ini didatangkan dari luar daerah Kabupaten Pamekasan,” katanya, menjelaskan.

Seluruh tersangka masing-masing adalah Mohammad Kudus, Ahmad Muraki, Darus Salam, Linda, Abdul Halim, Dede Zakaria, Zamlami dan Bu Tima.

Kapolres menambahkan, semua tersangka adalah “pemain baru”. Polisi menjerat kedelapan tersangka dengan pasal tentang UU Narkotika dan UU Kesehatan dengan ancaman kurungan 5-15 tahun.

“Kami masih terus memburu jaringan mereka, karena kami sangat berkepentingan Pamekasan aman dari peredaran obar terlarang narkoba,” katanya, menjelaskan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

KAHMI untuk NKRI

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER