Kapolres Aceh Imbau Warga Tidak Sebar Berita Hoax

0
38
  • 2
    Shares
Hoax
Penyebaran pesan hoax (ilustrasi)

ACEH, SERUJI.CO.ID – Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Andy Hermawan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sembarangan memforward (sebar) berita hoax yang belum tentu kebenarannya.

“Berita-berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan jangan mudah diforward ke orang lain, karena dapat memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa,” katanya di Blangpidie, Kamis (12/4).

Kapolres Abdya menyampaikan imbauan tersebut karena mengingat selama ini berita hoax marak beredar di media sosial yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat.

Loading...

Baik melalui media sosial facebook, WA, twitter maupun melalui media-media yang ada di jaringan internet lainnya.

“Bila ada yang menerima akan suatu berita di media sosial, jangan langsung sebar, karena belum tentu kebenarannya. Sebelum diforward harus dikaji dulu atau tanya pada yang memang berkopeten, supaya tidak merugikan pihak lain,” tegasnya.

Andy mensinyalir di Kabupaten Abdya ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah masyarakat melalui berita hoax di media sosial, dan upaya tersebut harus dilawan karena dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya bersyukur, karena seluruh lapisan masyarakat pasti menolak berita-berita hoax yang tidak pasti kebenarannya. Warga harus mengklarifikasi atau menanyakan pada yang berkopeten. Itu yang terbaik supaya berimbang,” ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan isu kebencian dan saran yang dapat merugikan pihak lain di media sosial, karena perbuatan tersebut bisa dipidana sebagaimana hukum yang berlaku di Indonesia.

“Saya tegaskan, barang siapa saja yang membuat berita hoak di facebook atau melalui apapun itu bisa dipidana melalui Undang-Undang Informasi Transaksi Elekronik. Ada pasal yang menjerat, baik sipembuat maupun yang meneruskannya,” tegasnya.

Terlepas dari itu masyarakat juga diminta untuk tidak berkomentar yang dapat memancing emosi, dan merugikan pihak lain. Kata-kata caki maki penuh kesombongan di media sosial harus dihindari agar hubungan harmonis sesama warga bisa terjaga sepanjang masa. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU