Januari-September 2017, Polda Riau Ungkap 1.055 Kasus Narkoba

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jajaran kepolisian di Provinsi Riau mengungkap sebanyak 1.055 kasus narkotika dan obat-obatan terlarang dengan jumlah tersangka 1472 orang selama periode Januari sampai September 2017.

“Kita selalu memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati apalagi mengonsumsi narkoba. Karena berdampak fatal akibatnya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Rabu (11/10).

Pengungkapan kasus itu dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan 12 Kepolisian Resor lainnya di Riau. Dari data itu yang paling banyak mengungkap kasus adalah Polres Rokan Hilir sebanyak 150 dengan jumlah tersangka 197 orang.

Satuan wilayah lain yang mengungkap kasus dengan jumlah di atas 100 adalah Polres Dumai, Bengkalis, Kampar, dan Pekanbaru. Jumlah tersangkanya pada masing-masing polres itu juga di atas 150 orang.

Meskipun begitu, secara kuantitas barang bukti pengungkapan kasus narkoba, yang banyak adalah oleh Ditresnarkoba Polda Riau walaupun kasusnya berjumlah 98 dengan 113 tersangka. Misalnya seperti barang bukti ganja yang total seluruh Riau berjumlah 114 kilogram.

Ditresnarkoba Polda Riau total mengamankan 54,5 kg pada tujuh kasus dan tujuh tersangka juga. Sedangkan yang lainnya Polresta Pekanbaru 17 kg, Polres Rohil 14 kg, Polres Indragiri Hilir 12 kg, Polres Pelalawan 11 kg, dan Polres Kuantan Singingi 1,9 kg. Selebihnya polres lain mengungkap kasus ganja di bawah 1 kg.

Contoh lainnya untuk pengungkapan pil ekstasi dimana total seluruh Riau ada 171.444 butir. Diresnarkoba Riau memimpin pengungkapan dengan jumlah barang bukti hampir semuanya yakni 168.194 butir pil ekstasi dalam 20 kasus dengan 22 tersangka. Sedangkan Polres lain yang banyak hanya di Pekanbaru berjumlah 1.357 butir ekstasi.

Selanjutnya barang bukti sabu-sabu juga Ditresnarkoba Polda Riau yang paling banyak. Dari total 62kg terungkap, Ditresnarkoba Polda mengungkap 53,7 kg dalam 71 kasus dengan 84 terdangka. Lainnya Polres Dumai 6 kg dan Bengkalis 2,5 kg.

Narkoba lainnya seperti pil Happy Five diungkap di Riau sebanyak 6925 butir. Terbanyak juga diungkap Diresnarkoba Polda Riau 4730 butir, Polresta Pekanbaru 1980 butir, Polres Bengkalis 155, dan Inhil 60. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER