Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Pembunuh Istri

REJANG LEBONG, SERUJI.CO.ID – Jaksa penuntut umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Selasa (24/4), menuntut hukuman mati terdakwa kasus pembunuhan istri di daerah itu.

Persidangan yang digelar PN Curup dalam kasus pembunuhan istri oleh suaminya sendiri, yakni MT (36), dipimpin oleh hakim ketua Riswan Herafiansyah dibantu hakim anggota Hendri Sumardi dan Relson M Nababan dipenuhi oleh keluarga korban dan masyarakat yang ingin mengetahui jalannya persidangan itu.

“Sidang hari ini agendanya adalah pembacaan tuntutan oleh JPU, di mana terdakwa ini dituntut oleh JPU dengan hukuman mati,” kata Humas PN Curup Relson M Nababan yang juga hakim anggota dalam persidangan ini.

Terdakwa MT dituntut hukuman mati oleh JPU Andika Sukma Nugraha karena setelah dilakukan pemeriksaan diketahui pembunuhan terhadap Eka Mia Kurnia (35) yang tercatat sebagai istri hasil pernikahan siri terdakwa itu dilakukan secara terencana.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu merupakan persidangan kelima. Sebelumnya pada empat persidangan sebelumnya selalu tertunda karena berkas tuntutan dari JPU belum lengkap mengingat kasus sudah menjadi perhatian publik sehingga rencana tuntutan (rentut) dari Kejagung belum turun.

Sedangkan untuk agenda persidangan selanjutnya setelah pembacaan tuntutan ini akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa melalui kuasa hukum yang akan dilaksanakan pada 21 Mei mendatang.

Kasus pembunuhan yang dilakukan terdakwa MT terhadap istri sirinya yang bernama Eka Mia Kurnia terjadi pada Rabu 15 November 2017 di Jalan MH Thamrin, Kecamatan Curup, sekitar pukul 21.15 WIB.

Dalam kejadian itu korban yang dalam kondisi hamil tujuh bulan itu meninggal dunia akibat luka bacok dan tusukan senjata tajam sebanyak 13 lubang. Korban meninggal seketika di lokasi, sedangkan terdakwa MT melarikan diri dan empat jam setelah itu berhasil ditangkap petugas Polres Rejang Lebong. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ