Jaksa Agung Tegaskan Kasus Buni Yani Tidak Akan Dihentikan

3
68
hm prasetyo
HM Prasetyo, Jaksa Agung RI.

JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan tidak ada niatan bagi jaksa untuk menghentikan perkara Buni Yani, tersangka kasus dugaan penghasutan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), meski Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.

“Nggak, nggak. Kenapa dihentikan? Berkas kan sudah diterima. Tidak ada dihentikan,” tegas Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (12/5).

Ada pendapat bila Buni Yani seharusnya dibebaskan dari sangkaan tersebut lantaran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah divonis dan dinyatakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terbukti melakukan penodaan agama.

Menurut Prasetyo, meski ada rangkaian antara vonis Ahok dengan kasus yang menjerat Buni Yani, namun keduanya merupakan permasalahan yang berbeda.

“Dakwaannya, bukti-buktinya sendiri. Jadi apa yang dilakukan Buni Yani berbeda dengan apa yang dilakukan Ahok. Jadi tidak ada istilahnya setelah Ahok bersalah, (maka) Buni Yani menjadi tidak (bersalah),” ujarnya.

Jaksa Agung Prasetyo mengatakan, masing-masing mempunyai tanggung jawab pidana sendiri-sendiri, sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Berkas Buni Yani, kata Prasetyo, sekarang sudah memasuki tahap dua, yakni pelimpahan berkas dan tersangka.

“Kita sedang meminta fatwa Mahkamah Agung untuk lokasi persidangan Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung,” ucapnya.

Dasar alasan mengajukan persidangan Buni Yani di Bandung. “Karena di Bandung lebih baik,” tegasnya. Semula, Buni Yani akan disidangkan di Pengadilan Negeri Depok, mengikuti domisili Buni Yani. Namun, dengan alasan keamanan sidang diputuskan digelar di Bandung.

Sebelumnya dalam pertimbangan hukum yang dibacakan majelis hakim dalam sidang vonis Ahok, ada sorotan tentang Buni Yani. Menurut majelis hakim, Buni Yani tidak berperan sebagai pihak yang menimbulkan keresahan di masyarakat dengan unggahan video pidato Ahok di media sosial. Pertimbangan hukum majelis hakim itu pun membantah apa yang dituliskan jaksa pada surat tuntutan.

“Pengadilan tidak sependapat dengan pernyataan tersebut karena berada di luar konteks. Dan dari seluruh saksi yang didengar keterangannya di persidangan tidak ada satu pun saksi yang mengatakan bahwa informasi tentang adanya penodaan agama itu diperoleh dari unggahan Buni Yani,” ujar majelis hakim, Selasa (9/5).

Baca juga: Soal Buni Yani, Hakim Tidak Sependapat Dengan Penuntut Umum dan Penasihat Hukum

Buni Yani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mengunggah potongan video pidato Ahok yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 di media sosial. Transkrip ucapan Ahok dalam video berdurasi setengah menit itulah yang kemudian menyeret Ahok ke ranah hukum dan kini dipenjara di tahanan Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok.

Namun Buni Yani menyebut caption tersebut tidak dimaksudkan untuk menghasut orang lain lewat media sosial. Keterangan pada video itu, menurutnya, hanya bertujuan mengajak warga berdiskusi.

 

EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA

Diduga Hirup Gas Beracun di Kapal, Empat Buruh Tewas

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Empat orang buruh pelabuhan dan seorang petugas kesehatan yang bertugas sebagai tim kesehatan PT Pelindo Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tewas diduga karena...

Serang Markas Tentara Afghanistan, Gerilyawan Taliban Tewaskan 18 Orang

LASHKAR GAH, SERUJI.CO.ID - Serangkaian serangan petempuran di Afghanistan menewaskan lebih dari 20 orang, kata pejabat pada Selasa (20/2). Serangan tersebut terjadi menjelang penyelenggaraan pertemuan...
madura united

Fabiano Terpeleset Sebabkan Madura United Kalah dari Persebaya

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Fabiano Beltrame terpeleset saat melakukan eksekusi penalti dan bola tendangannya melayang di atas mistar Persebaya, sehingga Madura United menelan kekalahan pada...
madura united

Kalah dari Persebaya, Mario Gomes Lakukan Evaluasi Tim Madura United

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Pelatih Madura United FC Mario Gomes De Oliviera menyatakan, dirinya perlu melakukan evaluasi terhadap tim secara menyeluruh setelah dikalahkan Persebaya Surabaya...

Menang Atas Benevento, Inter Milan Peluang Lolos Fase Grup Liga Champions

MILAN, SERUJI.CO.ID - Gol-gol di babak kedua dari dua bek tengah Milan Skriniar dan Andrea Ranocchia membawa Inter Milan menang 2-0 atas tamunya yang...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...