Jadi Tersangka di Kepolisian, Ini Tanggapan Pimpinan KPK

0
136
Saut Situmorang
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang memberikan tanggapan terkait dirinya yang dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan memalsukan surat.

“Masa sih saya berani tanda tangan surat kalau tidak disetujui oleh pimpinan yang lain, kalau tidak dikasih masukan dari teman-teman di bawah,” kata Saut di Jakarta, Kamis (9/11).

Hal tersebut dikatakannya sebagai respons terkait pelaporan seorang warga bernama Sandy Kurniawan yang juga anggota kuasa hukum Setya Novanto ke Bareskrim Polri terhadap dirinya dan juga Ketua KPK Agus Rajardjo atas dugaan memalsukan surat permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap Setya Novanto itu.

Namun, ia pun menyatakan siap jika dipanggil pihak Kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

“Tetapi tidak apa-apa ini negara hukum dan kita harus tetap bersedia untuk ditanya-tanya, dikoreksi. Kemudian kita juga harus bersedia untuk menjawab. Hukum tidak boleh dibangun dengan dendam, sakit hati supaya negara kita lebih beradab,” kata Saut.

Soal surat permintaan pencegahan Setya Novanto itu, Saut menyatakan bahwa itu sudah sesuai prosedur.

“Sudah dong. Memang kami egaliternya di sini dan kemudian itu juga pimpinan yang lain harus setuju. Cuma waktu itu Pak Agus lagi di luar, jadi saya yang tanda tangan, kan begitu,” ucap Saut.

Dalam penanganan kasus KTP-e, KPK sudah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap sembilan orang dengan ragam waktu sesuai kebutuhan penanganan perkara itu.

Sembilan orang itu, yakni Vidi Gunawan adik dari Andi Narogong, Dedi Prijono kakak dari Andi Nargong, Made Oka Masagung pengusaha sekaligus mantan bos PT Gunung Agung, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo keponakan Setya Novanto yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera.

Selanjutnya, Esther Riawaty Hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga, Setya Novanto, Inayah, istri dari Andi Narogong, Raden Gede adik dari Inayah, dan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

“Dari sejumlah pihak yang dicegah, ada yang dicegah ke luar negeri dalam status sebagai tersangka dan sebagian besar sebagai saksi. Pencegahan seseorang ke luar negeri tersebut tentu memiliki dasar hukum yang kuat,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

KPK resmi mengajukan perpanjangan permintaan cekal ke luar negeri terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-e pada 2 Oktober 2017 lalu. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Tb Hasanuddin Janji Alokasikan Anggaran Rp1 Triliun untuk Pesantren

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut dua Tb Hasanuddin atau Kang Hasan menegaskan komitmen dirinya yang akan mengalokasikan anggaran Rp1 triliun untuk...

Flash- Merapi Alami Kembali Letusan Freatik

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID- Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali mengalami letusan freatik, Senin (21/5), sekitar pukul 09.38 WIB dengan durasi...
daging sapi

Bulog Bangka Datangkan Ratusan Daging Beku

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mendatangkan 300 kilogram daging sapi beku, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama...

Jepang dan Taiwan Menang Telak di Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim favorit Jepang dan Taiwan masing-masing belum menemui kesulitan dan mencatat kemenangan telak pada babak penyisihan grup turnamen bulu tangkis beregu...

Gara-Gara Ayam, Keponakan Tega Bunuh Pamannya Sendiri

GARUT, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang tersangka yang membunuh pamannya sendiri di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (20/5) siang, yang dipicu masalah menanyakan...