Jadi Saksi Ahli Kasus Jamran-Rizal, Yusril: Pasal 28 UU ITE Jangan Ditafsirkan Sembarangan

0
135
yusril ihza mahendra
Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA – Pakar Hukum dan Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menjadi saksi ahli dalam kasus penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan oleh Jamran dan Rizal Kobar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/5/2017).

Menurut Yusril, hakim perlu mempertimbangkan adanya niat keduanya dalam pasal yang didakwakan yakni pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena nenurutnya hal itu perlu dilakukan lantaran pasal yang didakwakan mengandung unsur multitafsir yang dapat menghilangkan asas kepastian hukum.

“Warga negara Indonesia dijamin konstitusi menyatakan pikiran, lisan, dan tulisan yang di sisi lain dibatasi juga oleh undang-undang. Namun undang-undang membatasinya secara multitafsir. Saya bilang jangan ditafsirkan sembarangan, harus dilihat ada motifnya atau tidak,” kata Yusril.

Ia menjelaskan bahwa pasal 28 UU ITE itu mengandung kalimat ‘Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak’. Dengan adanya kalimat tersebut maka harus dilihat ada unsur kesengajaan atau tidak.

“Kalau sengaja mereka pasti dengan sengaja mengunggah konten kritik kepada pemerintah yang mempertanyakan kenapa ada terdakwa penistaan agama yang ditangkap, kenapa Basuki Tjahaja Purnama tidak. Tapi sebagai warga negara semua pihak berhak menyatakan pendapatnya bila ada hal yang dirasa tidak adil, atau tidak sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Yusril kemudian merincikan kembali bahwa niat terdakwa yang perlu diperhatikan adalah apakah ada ungkapan kebencian kepada pribadi Ahok atau hanya berniat melontarkan kritik kepada pemerintah. Karena, setiap warga negara berhak menyampaikan kritik.

“Saya anggap itu sebagai bentuk ekspresi atas ketidakpuasan melihat sesuatu yang tidak adil, tapi apakah sesuatu kebencian terhadap satu pihak itu kan nanti harus dibuktikan dalam persidangan. Artinya ada keterangan nanti dari saksi yang lain, apakah ada niat jahat atau tidak,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jamran dan Rizal Kobar didakwa melakukan penyebaran ujaran kebencian yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lewat media sosial. Keduanya ditangkap bersamaan dengan beberapa tokoh lainnya (seperti Sri Bintang Pamungkas dll) karena adanya dugaan makar kepada Jokowi. Mereka ditahan di Rutan Cipinang sejak tanggal 31 Januari 2017.

Berikut bunyi pasal 28 ayat 2 UU ITE:
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ancaman pidana dari pasal 28 ayat 2 UU ITE tersebut diatur dalam pasal 45 ayat 2 UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

 

EDITOR: Iwan Y

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Endun Abdul Haq

Persyaratan Administrasi Seluruh Cagub/Cawagub Jabar Belum Lengkap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan berkas persyaratan administrasi seluruh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023...
Sugeng Purwanto

Pasca-Penyitaan Jutaan PCC, Polres Sidoarjo Ajak Warga Antisipasi Peredaran Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pasca penggrebekan oleh Polres Sidoarjo, Rabu (17/1), di rumah kontrakan di Desa Sawocangkring, Wonoayu, Sidoarjo, yang diduga sebagai tempat penyimpanan jutaan...
mui

MUI Sayangkan MK Setarakan Agama dan Kepercayaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyetarakan agama dan aliran kepercayaan, sebagaimana tertuang dalam putusan MK untuk kolom agama...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...