Kasus Cikupa, ICJR: Pengarakan Pasangan Mesum Adalah Tindakan Brutal

1
102
Pengarakan warga
Ilustrasi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat hukum dari Institut for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati menilai aksi persekusi pengarakan yang dilakukan warga Cikupa, Tangerang, terhadap sepasang remaja yang diduga bertindak mesum dinilai melanggar kesusilaan.

“Kami mengecam keras tindakan pengarakan yang dilakukan warga. Tindakan itu sangat sewenang-wenang dan dilakukan secara brutal, bahkan tidak segan mempertontonkan kemaluan pelaku di depan umum,” ujar Maidina dalam pesan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/11).

Dia menilai, tindakan persekusi tersebut telah melanggar hak atas privasi yang bersangkutan dan dilakukan tanpa hak dan wewenang apapun.

Hal itu dia sampaikan mengingat bahwa hingga saat ini peraturan perundang-undangan Indonesia sama sekali tidak mengatur adanya tindak pidana kesusilaan pada ranah privat dalam ruang tertutup, dan dilakukan dengan konsen atau persetujuan antar pihak yang terlibat.

“Padahal diketahui tidak ada perbuatan apapun terkait dengan kesusilaan yang dilakukan oleh pasangan tersebut. Tindakan warga yang main hakim sendiri atau persekusi tersebut malah bisa diganjar dengan pidana berlapis,” katanya menambahkan.

Salah satunya adalah tindak pidana kesusilaan di depan umum Pasal 282 ayat 1 KUHP dan Pasal 35 UU pornografi tentang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang bermuatan pornografi, pungkas Maidina.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kesusilaan secara hati-hati, jangan sampai pengaturan tindak pidana menjadi eksesif tidak hanya untuk mengatasi masalah kejahatan namun juga sebagai pengendali masalah moral masyarakat yang tidak relevan untuk dilindungi karena hukum pidana seharusnya bersifat “ultimum remedium”.

“Intinya kan masalah kesusilaan sangat erat kaitannya dengan moral di masyarakat, lengkap dengan tendensi dan subjektivitas populasi mayoritas di sekitarnya. Bagaimana pun juga hukum pidana harus dibuat berdasarkan asas legalitas yang tidak boleh dilanggar,” ujar Maidina menegaskan.

Asas legalitas yang tidak boleh dilanggar yaitu, hukum pidana tidak boleh berlaku surut, harus tertulis dan tidak boleh dipidana berdasarkan hukum kebiasaan, rumusan ketentuan pidana harus jelas, dan ketentuan pidana harus ditafsirkan secara ketat dan larangan analogi.

Sebelumnya, video aksi main hakim sendiri terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik itu, sejumlah orang memaksa sepasang remaja, untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka.

Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan. Usai membuka pakaian kedua remaja itu, sekelompok orang mengaraknya keliling kampung. Remaja yang perempuan berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Sekolah Pranikah

Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan mengambil...
Sudirman Said.

Sudirman Optimis Pangkas 13 Persen Kemiskinan Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Sudirman Said optimistis memangkas angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini masih mencapai 13 persen menjadi 6 persen nantinya...

Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, PBB Akan Ajukan Gugatan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tidak...
AHY

Demokrat Tunjuk Agus Harimurti Sebagai Kogasma

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk persiapan Pemilu 2019 serta memenangkan Pilkada Serentak 2018...

Rute Wisata Transjakarta Ditambah Selama Asian Games

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah rute wisata bus Transjakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. "Selama berlangsung Asian Games, kami akan menambah...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...