Habib Bahar bin Smith Ditahan, Fadli Zon: Bukti Kriminalisasi Ulama

1
53
  • 53
    Shares
Fadli Zon
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). Habib Bahar kini ditahan penyidik Polda Jawa Barat.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai penahanan Habib Bahar sebagai bukti adanya kriminalisasi ulama dan bentuk diskriminasi hukum.

“Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia,” kata Fadli lewat akun Twitter-nya, @fadlizon, Rabu (19/12).

Habib Bahar ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (18/12). Polisi menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka penganiayaan berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik.

Terkait hal ini, Fadli menganggap hukum telah dijadikan alat kekuasaan untuk menakuti oposisi. Ia mengatakan penahanan ini sebagai ancaman demokrasi.

“Hukum telah dijadikan alat kekuasaan, alat menakuti oposisi dan suara kritis. Selain itu tentu tindakan penahanan ini ancaman terhadap demokrasi. Kezaliman yang sempurna,” demikian tulis politikus Partai Gerindra ini.

Selain Habib Bahar, polisi juga menetapkan lima orang sebagai tersangka yakni Habib Hamdi, Habib Husen Alatas, Sogih, Agil Yahya (Habib Agil), dan H Muhamad Abdul Basit Iskandar.

Polisi menyatakan CAJ dan MKUAM mengalami luka-luka. Selain mengalami penganiayaan, CAJ dan MKUAM diadu berkelahi.

“Setelah penganiayaan, korban (antara korban) disuruh berkelahi,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus menambahkan rambut korban digunduli oleh salah seorang santri atas perintah Habib Bahar.

Sekitar pukul 23.00 WIB, CAJ dibawa pulang oleh orang tuanya, sementara MKUAM diantar oleh salah seorang santri. Dalam perjalanan pulang, keduanya berobat ke sebuah rumah sakit.

Kasus dugaan penganiayaan anak tersebut terjadi pada Sabtu (1/12). Peristiwa terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12) dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr.

Polisi menjerat Habib Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2) KUHP, Pasal 351 ayat (2) KUHP, Pasal 333 ayat (2) KUHP, dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (SU05)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU