Granat Desak Kejagung Segera Eksekusi Terpidana Mati

0
95
hukuman mati

MEDAN – Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumatera Utara meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) segera melaksanakan eksekusi mati terhadap terpidana mati kasus narkoba yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Bagi terpidana mati permohonan grasinya ditolak Presiden RI, secepatnya dieksekusi mati demi kepastian hukum,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumut Hamdani Harahap di Medan, Jumat (9/6).

Pelaksanaan eksekusi mati yang terlalu lama, menurut Hamdani, dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan hal tersebut harus dihindari oleh Kejagung.

“Kejagung juga harus menjaga nama baik, dalam pelaksanaan eksekusi mati terhadap narapidana (Napi) yang telah divonis hukuman mati oleh pengadilan,” ujar Hamdani.

Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan eksekusi mati tersebut, Kejagung jangan terpengaruh dengan protes yang dilaksanakan penasihat hukum terpidana mati, pihak keluarga, maupun intervensi dari negara asing.

Pemerintah Indonesia tidak perlu menggubris protes yang dilakukan negara asing atas pelaksanaan hukuman mati terhadap warga negaranya, karena hal itu merupakan kedaulatan Indonesia.

“Negara manapun tidak berhak mencampuri pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, karena hal ini merupakan kewenangan negara kita,” ucapnya.

Hamdani berharap pelaksanaan eksekusi mati tahap IV itu dapat berjalan sukses, aman, lancar, dan tidak ada kendala di lapangan.

Hukuman mati terhadap pengedar narkoba itu, dinilai sangat tepat, karena sudah berapa banyak pelajar maupun generasi muda yang hancur mental mereka akibat pengaruh obat-obatan yang sangat berbahaya.

Selain itu, Indonesia mengalami darurat narkoba dan rakyat harus diselamatkan dari ancaman bahaya narkoba tersebut.

Apalagi, narkoba merupakan musuh negara yang harus diberantas dan dicegah masuk ke Indonesia.

“Dilaksanakannya hukuman mati tersebut, diharapkan para pengedar, bandar mau pun sindikat narkoba internasional itu, dapat membuat efek jera dan tidak menyelundupkan barang haram itu ke Indonesia,” kata Direktur Citra Keadilan itu.

Sebelumnya, sepanjang 2015-2016, Kejagung telah melaksanakan eksekusi terhadap 18 terpidana mati yang terbagi dalam tiga tahap atau jilid.

Jilid 1 dieksekusi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (WN Australia anggota Bali Nine), Raheem Agbaje Salami, Sylvester Obiekwe Nwolise, Okwudili Oyatanze (WN Nigeria), Martin Anderson (Ghana), Rodrigo Galarte (Brasil) dan Zainal Abidin (Indonesia).

Jilid 2, sebanyak enam terpidana mati, yakni, Ang Kiem Soei (WN Belanda), Marco Archer (Brasil), Daniel Enemuo (Nigeria), Namaona Denis (Malawi), Rani Andriani (Indonesia) dan Tran Bich Hanh (Vietnam). Kesemuanya kasus narkoba.

Jilid 3, sebanyak empat terpidana mati, Freddy Budiman (WN Indonesia), Seck Osmane (Nigeria), Humprey Jefferson Ejike (Nigeria) dan Michael Titus Igweh (Nigeria). (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...