Fahira Idris Ungkap Tujuan Teror Bom Kampung Melayu

JAKARTA – Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris menyebut aksi bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Bus Kampung Melayu, Rabu (24/5/2017) malam, tidak hanya sekedar ingin menebar teror dan ketakutan, tetapi juga punya tujuan yang lebih besar yaitu mengadu domba bangsa ini agar terus saling berseteru dan saling tuduh.

Menurut Fahira, otak dibalik aksi teror ini lihai memanfaatkan berbagai situasi, kondisi, dan peristiwa besar yang belakangan ini terjadi di Indonesia.

“Mungkin mereka belajar dari peristiwa bom Thamrin di mana niat mereka ingin menebar kepanikan dan ketakutan, ternyata tidak berhasil,” kata Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (26/5).

Makanya, lanjut Fahira, mereka menunggu memilih situasi dan waktu yang tepat agar efek aksi teror mereka tidak hanya membuat takut tetapi juga menjadi perseteruan baru sebagai amunisi untuk mengadudomba bangsa ini.

“Kalau kita sudah pecah, bangsa ini akan mudah dikuasai,” jelasnya.

Fahira mengungkapkan, pemilihan lokasi aksi peledakan di Stasiun Bus Kampung Melayu yang juga merupakan pusat keramaian dan menargetkan aparat kepolisian yang sedang mengamankan aksi pawai obor jelang Ramadan, oleh otak pelaku teror diharapkan memancing kemarahan umat dan sebagai cara untuk meruntuhkan upaya kita merajut kembali kebersamaan pascapilkada DKI Jakarta.

“Saya sangat bermohon kita jangan terpancing. Abaikan komentar-komentar provokatif bahkan yang mengaitkan terjadi ledakan bom ini dengan umat Islam apalagi dengan pilkada, terutama di media sosial. Orang-orang seperti ini, rasionalitasnya sedang terganggu dan tanpa sadar menjadikan dirinya sebagai alat pemecah belah bangsa. Sekali lagi, abaikan saja, karena tidak ada manfaatnya untuk direspon,” tegas Senator Jakarta ini.

Menurut Fahira, saat ini yang paling penting adalah masyarakat Indonesia terutama warga Jakarta menjadikan peristiwa peledakan bom yang telah merenggut nyawa tiga personil Polri sebagai pengingat bahwa bangsa ini akan terus diuji berbagai cobaan baik yang datang dari dalam maupun luar yang ingin terus melihat bangsa ini gaduh.

“Tiga orang personil Polri yang wafat ini adalah pahlawan. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka. Mari kita berpikir jernih melihat persoalan bangsa ini sehingga apapun aksi-aksi teror yang ingin merusak bangsa ini, bisa kita lawan bersama, bukan malah membuat kita jadi terpecah belah,” pungkas Fahira.

 

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER