Empat Napi Asing Kabur dari Lapas Kerobokan Belum Tertangkap

2
72
yasonna laoly, menkumham
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bekerja sama dengan Polda Bali belum menangkap empat narapidana warga negara asing (WNA) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali. Selain dengan Polda Bali, pihaknya juga bekerja sama dengan Polresta Denpasar, Imigrasi dan TNI termasuk Imigrasi untuk memburu empat napi yang kabur tersebut.

“Masih belum ada perkembangan tapi sudah (dikoordinasikan) dengan imigrasi juga karena menyangkut orang asing. Mana tahu bisa lari, imigrasi sudah kami kasih perhatian untuk menjaga semua itu. Kami juga minta bantuan Polda, Polri untuk mengejarnya. Ini orang asing, tiga yang narkoba, satu karena pelanggaran keimigrasian,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (20/6).

“Kalau ada kelalaian tetap menjadi unsur yang mereka tidak ikut protap apalagi kesengajaan. Itu berbahaya,” ujarnya.

Menurut Yasonna, Lapas Kerobokan memang mengalami masalah kelebihan kapasitas.

“Kondisinya tidak lagi cocok, dari dulu ada masalah, sekarang ada pikiran untuk memindahkannya ke tempat lain. Jadi sedang kami kaji, tanah di Bali kan mahal sekali. Uangnya dari mana? Tanah di Bali sangat mahal, mencari tanah yang sampai 10-12 hektare kan susah karena di Bali kita perlu rutan, perlu lapas, lapas perempuan. Di Kerobokan ada perempuan, ada pemuda, ada anak, itu harus kami pindahkan,” kata Yasonna.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin (19/6) pukul 08.00 WITA saat pengecekan apel pagi di Lapas Klas II A Kerobokan, empat napi asing yang menghuni lapas tersebut diketahui kabur dari sel dengan cara membongkar atau melubangi tembok bagian barat lapas yang merupakan bekas parit. Dari hasil pemeriksaan, lubang di bawah tembok tersebut memiliki ukuran sekitar 50 centimer yang tembus ke saluran gorong-gorong ke arah barat lapas tepatnya di Jalan Mertanadi Kerobokan.

Identitas keempatnya adalah Shaun Edwaward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman bin Eddi, laki-laki 33 tahun berkebangsaan Australia, napi yang terjerat kasus pelanggaran keimigrasian dengan sisa pidana dua bulan.

Napi kedua adalah Dimitar Nikolov Iliev alias Kermi bin alm Nikola Iliev, laki-laki 43 tahun, warga negara Bulgaria yang terjerat kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) dengan modus “skimming” masih memiliki sisa pidana lima tahun.

Napi ketiga adalah Sayed Mohammed Said, laki-laki 31 tahun yang terjerat kasus narkotika yang masih memiliki sisa penahanan 12 tahun dari vonis 14 tahun penjara.

Napi keempat Tee Kok King bin Tee Kim Sai, laki-laki usia 50 tahun yang merupakan warga Malaysia yang terjerat kasus narkotika yang masih memiliki masa tahanan enam tahun. (IwanY)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU