Dua Warga Malaysia Dideportasi Terkait Kasus Narkoba

PUTUSSIBAU, SERUJI.CO.ID – Dua orang warga Negara Malaysia dideportasi ke negara asalnya setelah sempat tertangkap terkait kasus narkoba di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Dua warga Malaysia itu tidak cukup alat bukti dalam kasus narkoba sehingga pihak kepolisian menyerahkan kepada kami untuk proses pemulangan, bahkan kami lakukan pencekalan untuk dua warga asing itu,” kata Kepala Imigrasi Putussibau, Dios ditemui di Putussibau, Kapuas Hulu, Jumat (13/4).

Ia menjelaskan dua orang warga Sarawak Malaysia tersebut atas nama Sabai (43) dan Bana (17).

Diungkapkan Dios, kedua orang asing itu melanggar Undang – Undang nomor 6 Tahun 2011 Tetang Keimigrasian, Pasal delapan dan sembilan.

“Orang asing itu masuk tidak melalui pintu pemeriksaan Imigrasi dan tidak memiliki dokumen resmi,” ungkap Dios.

Tidak hanya itu, Sabai dan Bana itu juga diberikan sanksi dicekal selama enam bulan, tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia.

Sabai dan Bana tertangkap bersama Ronaldo di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia, Kecamatan Badau, sedangkan Ronaldo saat ini menjalani proses hukum karena terbukti menggunakan serta mengedarkan narkoba jenis sabu.

Dalam proses deportasi itu, pihak Imigrasi Putussibau akan mengantarkan langsung kedua warga Malaysia tersebut kepada pihak Imigrasi negara yang bersangkutan melalui Pos Lintas Batas Negara di Kecamatan Badau wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.