Dokter Penembak Istri Mengaku Dua Senjata Awalnya Hanya Untuk Menakuti

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan Dokter Helmi yang menembak istrinya, Letty Sultri, telah mempersiapkan dua pucuk senjata api sebelum terjadi penembakan.

“Dia mempersiapkan dua senjata api, satu senjata rakitan di antaranya telah diperiksa Labfor,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (10/11).

Berdasarkan keterangan sementara, Argo menyatakan pelaku membawa senjata api untuk menakuti korban namun berubah pikiran dengan melepaskan tembakan.

Argo menjelaskan motif penembakan itu berawal ketika pelaku dan korban kerap bertengkar selama berumah tangga lima tahun. Korban mengajukan cerai kepada suaminya, tetapi selama proses perceraian Helmi tidak dapat menemui dan menghubungi istrinya tersebut.

Kemudian, pelaku mempersiapkan dua pucuk senjata api sebelum menemui korban di tempat kerjanya Azzahra Medical Center Cawang Jakarta Timur.

Pada Kamis (10/11) siang, pelaku menemui dan mengajak bicara korban di klinik tersebut namun wanita yang berprofesi sebagai dokter itu menolak.

Argo mengatakan korban masuk ke ruang administrasi selanjutnya pelaku emosi dan melepaskan beberapa kali tembakan.

Terkait asal senjata api, Argo menyebutkan penyidik belum mendapatkan informasi lantaran pelaku belum konsisten memberikan keterangan.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya guna mengungkap secara detail keterangannya.

Sebelumnya, Helmi menembak mati Letty di Azzahra Medical Center Cawang Jakarta Timur pada Kamis (9/11) pukul 14.30 WIB.

Petugas kepolisian menduga Helmi menembak mati istrinya lantaran persoalan rumah tangga dan enggan bercerai.

Polisi menemukan dua pucuk senjata api jenis revolver rakitan dan FN, serta satu proyektil peluru padahal Helmi melepaskan enam kali tembakan saat menembak Letty. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER